Padatnya kegiatan yang dilakukan sehari-hari bisa menjadi pemicu burnout yang dapat berujung stres. Beban kerja yang berat, lingkungan yang kurang mendukung, hingga mood yang buruk, bisa mempengaruhi produktivitas seseorang.
Salah satu cara untuk mengatasi burnout dan stres adalah dengan menggunakan aromaterapi. Ada banyak bentuk produk aromaterapi yang berfungsi untuk relaksasi, termasuk diffuser dengan berbagai macam aroma, mulai dari bunga hingga buah.
Namun, pernahkah kamu mendengar diffuser dengan aroma limau kuit? Limau kuit sendiri termasuk salah satu buah khas Kalimantan Selatan yang mengandung limonene yang mampu berperan sebagai antidepresan.
BACA JUGA: Tahu Jupe Alun-Alun Nganjuk, Super Jumbo dan Super Pedas!
Inovasi pemanfaatan limbah kulit limau kuit ini telah dicoba dan dilakukan oleh salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dari Universitas Lambung Mangkurat. Tim yang terdiri dari 5 anggota ini telah membuat terobosan dengan memanfaatkan peluang limbah kulit limau kuit yang sering dibuang menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual.
Merek aromaterapi diffuser yang diteliti dan dikembangkan oleh tim PKM-RE ini adalah efaromadiff. Sampel limbah limau kuit ini dikumpulkan dari berbagai tempat, terutama dari limbah yang dihasilkan oleh berbagai UMKM dari daerah banjarbaru dan banjarmasin.
Selain memanfaatkan limbah kulit limau kuit menjadi produk yang bernilai guna, kegiatan ini juga mampu mengurangi banyaknya limbah organik kulit limau kuit yang biasanya dibuang begitu saja atau menjadi onggokan sampah yang tidak berguna.
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan tim PKM-RE terhadap 35 responden melalui kuesioner, aromaterapi diffuser kulit limau kuit ini berhasil menurunkan tingkat stres sehingga lebih rileks dalam menjalani hari.
BACA JUGA: Review Film Onde Mande, Contoh Sempurna dari Keindahan dalam Kesederhanaan
Aromaterapi diffuser kulit limau kuit produk PKM-RE
“Aroma dari essential oil-nya enak banget karena aslinya saya memang menyukai aroma citrus yang gak terlalu menyengat, selama 7 hari pemakaian ini berhasil memberi efek relaksasi, mood jadi lebih bagus karena wanginya yang enak,” ujar keterangan salah satu responden, seperti dikutip dari laman resmi FMIPA ULM.
Salah satu keuntungan penggunaan diffuser sebagai aromatererapi adalah penggunaannya yang praktis, modern, serta cepat mencapai efek terapi. Berbagai macam bentuk diffuser yang dijual di market place juga ikut menambah daya tarik. Hanya dengan satu alat diffuser, kita hanya perlu mengganti essential oil saja ketika telah habis.
Essential oil dari kulit limau kuit ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menambah aroma segar dan menenangkan di ruangan kamu! Kamu bisa ngepoin produk ini di media sosial instagram @efaromadiff.kuit
Baca Juga
-
Better Than This: Ketika Taruhan Berujung Cinta
-
Love in Montreal: Dilema Passion vs Cinta, Mana yang Harus Dipilih?
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
Artikel Terkait
-
Kedai Ruang Klasik, Tempat Ngopi Asyik bagi Mahasiswa di Majene
-
Wahai Anak Perantau, Jangan Risih Ketika Ibumu Ingin Video Call Denganmu
-
Psikologi UNJA Gelar Workshop Persiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa
-
Ngomongin Struggle-nya Mahasiswa 'Tua' Bareng Yoursay, Garap Tugas Akhir Tak Semudah Itu Ferguso!
-
Aktif di Tempat Magang Boleh, Tapi Jangan Berlebihan, Kesannya Cari Muka!
Lifestyle
-
Infinix HOT 70 Meluncur di Indonesia, Andalkan Helio G100 Ultimate dan Desain Dynamic Shine Unik
-
4 Whipped Facial Wash untuk Deep Cleansing, Rahasia Cerah Bebas Jerawat
-
Oppo Find X9s vs Xiaomi 17: Baterai Monster Melawan Flagship Premium
-
Nggak Cuma Plastik! 7 Daun Ini Bisa untuk Membungkus Masakan
-
Lebih Empuk! 5 Cara Mengolah Daging Sapi agar Tidak Alot
Terkini
-
Dukung Gerakan Cegah Tindakan Bunuh Diri, Doyoung NCT Donasi Rp 1,1 Miliar
-
Sinopsis The First Jasmine, Drama Kolosal Bai Lu dan Ryan Cheng Tayang 9 Juni
-
Sinopsis Emily to Maria, Drama Komedi Jepang Dibintangi Marika Matsumoto
-
Lebih dari 1.000 Lampion akan Terangi Langit Borobudur saat Waisak 2026
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop