Bukan rahasia lagi kalau WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan yang sangat populer digunakan di dunia. Banyaknya fitur yang disediakan aplikasi ini membuat orang betah menggunakannya.
Berikut setidaknya ada 6 alasan kenapa orang lebih memilih WhatsApp ketimbang dengan aplikasi perpesanan yang lain dilansir dari berbagai sumber.
1. Menyenangkan secara estetika
Aplikasi WhatsApp memiliki tampilan ceria dengan fungsional yang menarik. Salah satu fitur yang menarik yakni mode gelap sehingga memudahkan dan juga membuat mata tidak lelah saat menatap layar berjam-jam menggunakan WhatsApp.
WhatsApp juga memungkinkan pengguna dapat menggunakan wallpaper pilihan yang dapat membuat obrolan semakin bernuansa. Aplikasi ini memberikan kamu banyak latar belakang untuk dipilih yang dapat mempersonalisasi setiap percakapan.
2. Semua orang menggunakannya
Saat ini hampir semua orang menggunakan aplikasi WhatsApp sehingga memudahkan percakapan dari platform yang sama. Aplikasi milik Meta ini sangat populer digunakan sehingga mengubah bahasa komunikasi menjadi sangat praktis lewat media sosial.
3. Stiker WhatsApp
Tak bisa dipungkiri bahwa ada banyak orang sangat senang menggunakan stiker saat melakukan chat. Beruntungnya, WhatsApp telah menyediakan fitur stiker yang bisa dimodifikasi setiap pengguna.
Stiker menjadi cara yang sangat bagus untuk mengekspresikan kepribadian dan dapat sedikit memberikan humor pada setiap percakapan. Stiker sangat populer sehingga pada dasarnya ini menjadi bahasa kedua dalam penggunaan WhatsApp.
4. Pesan yang menghilang dan media sekali lihat
Jika kamu termasuk orang yang tidak suka menimbun percakapan yang ada sejak bertahun-tahun, maka aplikasi WhatsApp menjadi solusinya. Aplikasi ini memiliki fitur pesan menghilang sehingga membuat perangkat kamu tetap rapih.
WhatsApp memungkinkan pengguna dapat membuat percakapan menghilang setiap 24 jam, 7 hari atau 90 hari. Jika tidak disimpan, pesan akan dihapus secara permanen jika sudah sampai pada waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, WhatsApp juga menyediakan fitur untuk mengirim foto atau video yang sekali lihat. Mengatur opsi pesan sekali lihat menjadi cara bijaksana agar tidak memenuhi ruang penyimpanan.
5. Fitur edit pesan
Kesalahan tata bahasa atau ejaan salah menjadi sesuatu yang banyak dihindari pengguna. Biasanya banyak orang mengoreksi kata yang salah dengan pesan berikutnya. Namun, WhatsApp telah menyediakan fitur edit sehingga kamu tidak perlu melakukan cara yang seperti itu lagi. Setelah mengirim pesan, pengguna memiliki waktu 15 menit untuk mengedit pesan.
6. Saluran WhatsApp
Pada Juni 2023, WhatsApp memperkenalkan WhatsApp Channels. Perusahaan dan individu terkenal dapat membuat saluran untuk membuat pengguna tetap dalam lingkaran dengan memposting foto, video, maupun tautan.
Nah, itulah setidaknya ada 6 alasan kenapa banyak orang lebih senang menggunakan aplikasi WhatsApp ketimbang dengan aplikasi perpesanan yang lain. Semoga informasi ini bermanfaat.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Ide OOTD Boyfriend Material ala Yunho ATEEZ, Bikin Look Auto Charming!
-
Xiaomi 18 Series Jadi Smartphone Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6
-
WhatsApp Ubah Cara Tampilkan Status Online, Kini Pakai Fitur Titik Hijau
-
Bye Hiperpigmentasi! 4 Serum Symwhite 377 Ampuh Mencerahkan Tanpa Iritasi
-
Kulit Tetap Sehat, Ini 5 Facial Wipes yang Punya Kandungan Skincare!
Terkini
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
Spanyol Dominan, Portugal Mengandalkan Ronaldo: Siapa yang Bakal Menang?
-
Bystander Effect: Saat Privasi Menjadi Alasan Kita Membiarkan Kejahatan Terjadi di Depan Mata
-
Menjinakkan "Asisten Otonom": Redefinisi Kendali Manusia di Era Agentic AI
-
Cegah Pelecehan Siber Berkedok Candaan, Dosen Unpam Bekali Siswa SMK Telkom "Red Flag Detector"