Dalam beberapa kesempatan, saya kerap mendengar frasa slamet wilujeng sebagai unen-unen atau kata-kata yang kerap dihaturkan terutama oleh generasi lama. Frasa slamet wilujeng seolah menjelma bak doa dan harapan supaya selamat sentosa baik di perjalanan maupun dalam aktivitas harian.
Tapi, apa sih slamet wilujeng itu?
Kalau menyadur dari buku Pepak Basa Jawa, keduanya memiliki makna yang sama yaitu selamat tetapi masuk dalam tingkatan linguistik bahasa yang berbeda.
Slamet sendiri masuk dalam tingkatan linguistik Basa Ngoko. Walau tentu kita juga menjumpainya dalam nama orang-orang generasi lama. Bahkan, kata slamet juga tetap abadi dalam peribahasa Jawa yaitu sluman slumun slamet yang berarti tandang tanduke tansah ngati-ati atau tindak tanduknya selalu berhati-hati.
Sedangkan wilujeng masuk dalam kategori tingkatan linguistik Basa Krama Madya atau tengahan. Saya sendiri sempat menemui versi lain dari kata ini yakni Amilujeng. Artinya apa? Yah, sama dengan kata slamet sih.
Nah, barulah untuk tingkatan linguistik Basa Krama Inggil, wujudnya berubah menjadi sugeng. Kalau kamu merasa familiar dengan kata ini, kamu nggak salah. Sebab, orang-orang jaman dulu kerap menggunakannya sebagai nama kok. Tentunya dibarengi dengan harapan dan doa sesuai makna namanya ya.
Meskipun ada 3 versi kata untuk kata slamet atau selamat, nyatanya dalam bab Dasanama, kita akan disuguhi berbagai istilah lain yang nggak kalah cakep. Istilah itu antara lain:
- Basuki,
- Raharja,
- Rahayu,
- Swasta,
- Yuwana, dan
- Widada.
Familiar lagi? Yaps, hampir semuanya merupakan nama-nama yang dipakai oleh generasi lampau, mungkin gen X. Namun meski begitu, istilah tadi masih digunakan juga dalam literatur kesusastraan Bahasa Jawa lho.
Namun, nggak jarang kadang orang menggunakan dua kata sebagai majas yang digunakan sehari-hari. Sebut saja slamet wilujeng seperti yang kerap saya dengar dan pakai, slamet rahayu, basuki rahayu, dan sebagainya.
Kenapa demikian? Yah, selain sebagai majas epic, hal ini sudah turun temurun sejak dulu sih. Kalau dalam bahasa Indonesia mungkin seperti frasa hancur lebur gitu.
Toh selain itu, kata tadi bukanlah sekadar kata dan frasa biasa, melainkan mengusung doa dan harapan keselamatan juga. Baik dalam suatu perjalanan, maupun aktivitas harian.
So, adakah kamu yang memiliki nama di atas tadi?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
-
Isekai Via Lemari dalam Film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe
-
Ulasan Killing Season: Saat Dendam Masa Lalu Berujung Perang Gerilya yang 'Lanang Tenan'
-
Masterpiece yang Carut Marut: Kelebihan dan Kekurangan Film Snake Eyes: G.I. Joe Origins
Artikel Terkait
-
Kapan Batas Waktu Mandi Junub Saat Puasa Ramadan? Ini Tata Cara dan Niatnya!
-
Doa Buka Puasa Shahih dari Allhahumma Laka Shumtu hingga Dzahabadzh Dzhama-u
-
Ceramah Penuh Sindiran dari Anies Baswedan di Masjid Kampus UGM: Membangun Manusia Itu Lama, Tapi IKN Juga Deng
-
Nagita Slavina sampai Dikomentari, Doa Buka Puasa Sebaiknya Dibaca Sebelum atau Sesudah Berbuka?
-
Teror Pelemparan Kotoran Manusia di Pasar Asemka, Pedagang Resah Pelaku Belum Tertangkap
Lifestyle
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
5 Parfum Floral-Musk Terbaik untuk Wanita, Wangi Lembut tapi Memikat!
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
Terkini
-
Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen
-
Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur
-
Menkeu Boleh Berganti, Beban Anggaran MBG Tetap Menghantui
-
Review Film Runner: Kisah Pengorbanan Mengharukan dalam Balutan Laga Modern
-
Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati