M. Reza Sulaiman | Vicka Rumanti
Beri Cinta Waktu (Instagram/@zaraadhsty)
Vicka Rumanti

Dahulu, kata "sinetron" sering kali diasosiasikan dengan tayangan yang alurnya bertele-tele, aktingnya dibuat-buat atau lebay, hingga teknik kamera zoom-in zoom-out yang dramatis dan terkadang terasa melelahkan. Hal ini membuat sinetron menggandeng stigma bahwa ia hanyalah konsumsi ibu-ibu di sore hari. Stigma ini sudah melekat erat selama bertahun-tahun.

Belakangan ini, sebuah fenomena baru muncul dan meruntuhkan tembok pembatas tersebut. Sinetron Beri Cinta Waktu yang diperankan oleh Yesaya Abraham dan Adhisty Zara hadir sebagai udara segar dan standar baru di industri televisi tanah air. Sinetron ini sudah menjadi kecintaan anak muda, terutama Gen Z yang merasa relate dengan lika-liku drama asmara dan rumitnya menembus tembok restu orang tua.

Sinematografi Rasa Series

Salah satu faktor yang membuat sinetron ini terasa sangat berbeda terletak pada eksekusi visualnya. Sejak episode pertama, penonton langsung disuguhi dengan kualitas gambar yang "mahal". Penggunaan color grading-nya estetik, tidak terlalu terang atau bahkan datar (flat) seperti sinetron konvensional. Hal ini membuat setiap adegannya terasa lebih hidup dan penonton seperti masuk ke dalam original series di platform streaming berbayar.

Sudut pandang kamera yang diambil terasa seperti sudah ada cerita di dalamnya. Penggunaan depth of field yang baik dengan komposisi matang memberikan pengalaman sinematik yang apik dan memanjakan mata.

Potongan Scene Viral di TikTok dan Instagram

Jika Anda membuka TikTok atau Instagram belakangan ini, pasti pernah menemui beberapa scene sinetron ini berseliweran di For You Page (FYP). Ini menjadi bukti nyata bahwa sinetron Beri Cinta Waktu telah menjangkau audiens digital secara masif. Tidak dapat mengelak, puluhan akun fanbase kemudian bermunculan dengan editan potongan adegan ditambah lagu galau, hingga cerita penggemar couple Trian-Adila ("Trila") yang tergila-gila di kolom komentar.

Basis kuat yang dimiliki oleh penggemar Yesaya dan Zara menambah ledakan fanbase ini. Setiap kali episode baru tayang, potongan-potongan adegannya langsung berseliweran. Ini menciptakan efek Fear of Missing Out (FOMO) bagi anak muda lainnya sehingga mereka merasa harus menonton secara utuh agar mengerti alur ceritanya.

Chemistry dan Akting yang Memukau

Visual yang cantik tidak ada apa-apanya jika tidak didukung oleh "nyawa" para pemerannya. Pilihan untuk menyatukan Yesaya Abraham dengan Adhisty Zara adalah hal yang unik dan menggemaskan. Didukung dengan perawakan Yesaya yang tinggi dan Zara yang mungil, perpaduan visual ini tampak seperti drama Korea versi Indonesia.

Momen yang paling membekas dan menjadi perbincangan hangat adalah ketika Trian (Yesaya) menunjukkan kekhawatiran yang luar biasa akan kehilangan Adila (Zara). Akting mereka benar-benar memukau dan membawa penonton terlarut haru. Yesaya berhasil menggambarkan citra laki-laki tangguh sekaligus memperlihatkan sisi rapuh yang seakan runtuh jika istrinya tidak ada di sampingnya. Tatapan mata yang penuh kecemasan beradu dengan respons emosional Zara yang natural membuat adegan tersebut selalu melekat di hati penggemarnya. Tidak ada dialog yang berlebihan, tetapi kejujuran emosi tetap tersampaikan.

Adegan ini membuktikan bahwa Yesaya dan Zara bukan hanya menyuguhkan modal visual, melainkan juga akting yang berkelas.

Alur yang Cepat dan Relevan

Dari sisi cerita, sinetron ini menawarkan alur yang berani keluar dari zona nyaman. Konfliknya relatable dengan kehidupan masa kini, mulai dari dilema karier, kepercayaan dalam hubungan, restu, kesetiaan, hingga cara menghadapi trauma masa lalu. Beri Cinta Waktu membuktikan bahwa penonton Indonesia rindu akan tontonan yang menghargai perasaan, logika, dan estetika.

Menonton di TV Adalah Kunci

Walaupun potongan adegannya sangat viral di media sosial, kita harus ingat bahwa kelangsungan sebuah sinetron itu bergantung pada rating televisi konvensional. Oleh karena itu, jika Anda ingin terus merasakan chemistry setiap pemerannya, Anda harus menontonnya di televisi agar episodenya semakin panjang.

Menonton di platform streaming memang praktis, tetapi di situ angka rating tidak bisa dihitung. Beri Cinta Waktu tayang setiap hari di SCTV pukul 20.00 WIB. Jika Anda benar-benar penggemar "Trila", pastikan selalu nyalakan televisi saat jam tayang agar tidak kelewatan.

Sinetron ini telah berhasil membuktikan bahwa kualitas tidak harus dikorbankan demi durasi tayang. Pengalaman emosional yang ditawarkan bisa memenuhi ekspektasi anak muda terhadap suatu tayangan. Ini adalah bukti nyata bahwa industri televisi Indonesia mampu menunjukkan estetika visual yang luar biasa ditambah dengan potensi para aktor muda, asalkan diberi ruang yang bebas untuk berkreasi.