Sekar Anindyah Lamase | Leonardus Aji Wibowo
New Balance 1906L (newbalance.co.id)
Leonardus Aji Wibowo

Kalau akhir-akhir ini sering ke coffee shop, mungkin kamu pernah melihat orang memakai sepatu yang sekilas mirip loafers tapi bentuknya sporty seperti sneakers. Sekilas terlihat rapi, tetapi tetap terasa santai dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit kasual.

Sepatu yang bikin banyak orang penasaran itu kemungkinan adalah New Balance 1906L, model hybrid yang belakangan ramai dibicarakan di kalangan pecinta sneakers. Desainnya menarik karena menggabungkan dua gaya yang biasanya berbeda, yakni loafers yang identik dengan tampilan rapi dan sneakers yang lebih santai.

Model ini sebenarnya berangkat dari siluet sneakers seri 1906 milik New Balance. Bedanya, pada versi 1906L bagian atasnya dibuat seperti loafers dengan desain slip-on tanpa tali sehingga terlihat lebih bersih.

Meski tampilannya lebih rapi, karakter sporty dari sneakers tetap terasa cukup kuat. Hal itu terlihat dari bentuk sol dan struktur sepatu yang masih mempertahankan DNA running shoes modern.

Bagian upper sepatu didominasi material mesh yang ringan dan breathable sehingga kaki terasa lebih adem saat dipakai. Material ini membuat sepatu terasa lebih fleksibel dibandingkan loafers tradisional yang biasanya menggunakan kulit tebal.

Beberapa bagian lain tetap diberi sentuhan leather pada area collar, mudguard, serta detail piping. Kombinasi ini membuat sepatu terlihat lebih premium tanpa kehilangan kesan sporty.

Detail yang cukup unik adalah adanya panel reflektif 3M di sisi sepatu. Fitur ini biasanya ditemukan pada sepatu olahraga sehingga memberi sentuhan modern pada desain loafers tersebut.

Branding pada sepatu juga dibuat cukup minimalis dibandingkan sneakers New Balance pada umumnya. Tidak ada logo ā€œNā€ besar di samping, melainkan hanya tulisan kecil 1906L sebagai penanda modelnya.

Pada bagian midsole, sepatu ini menggunakan teknologi bantalan N-ergy cushioning untuk membantu meredam benturan saat berjalan. Sensasinya tidak terlalu empuk, tetapi terasa stabil dan tetap nyaman dipakai dalam waktu lama.

Sementara itu, bagian insole menggunakan Ortholite yang membuat pijakan terasa lebih tebal dan mendukung kaki dengan baik. Sol luar sepatu dibuat dari karet dengan pola grip khas New Balance agar tetap stabil saat digunakan.

Desain sepatu ini pertama kali mencuri perhatian ketika muncul dalam kolaborasi dengan desainer Jepang Junya Watanabe di ajang Paris Fashion Week. Kolaborasi tersebut membuat konsep sneakers berbentuk loafers ini langsung ramai dibicarakan.

Setelah kolaborasi itu, New Balance kemudian merilis versi retail dengan konsep yang serupa. Versi ini tetap mempertahankan siluet hybrid yang membuatnya terlihat berbeda dibandingkan sepatu lain di kelasnya.

Di pasar Indonesia, harga New Balance 1906L bervariasi tergantung warna dan ketersediaan. Secara umum, sepatu ini dibanderol mulai sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3,7 juta di berbagai toko sneakers dan retailer resmi. 

Tren sepatu hybrid seperti ini menunjukkan bahwa batas antara sepatu formal dan kasual semakin tipis. Model seperti New Balance 1906L akhirnya menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tampil rapi tetapi tetap nyaman seperti memakai sneakers.