Sony menghadirkan WF-1000XM6, TWS berbentuk kacang yang compact namun nyaman dipakai seharian. Perangkat ini ditujukan bagi audiophile yang mengutamakan kualitas suara, kenyamanan, dan fitur lengkap tanpa kompromi.
Sony WF-1000XM6 dilengkapi dynamic driver 8,4 mm yang menghadirkan suara jernih dan detail dengan frequency response hingga 40 kHz saat menggunakan codec LDAC. TWS ini juga mendukung active noise cancellation dengan delapan mikrofon serta ambient sound mode, membuat musik tetap terdengar jelas meski berada di kafe atau jalanan ramai.
Chip QN3E terbaru mendeteksi dan menetralkan noise dari berbagai sisi, menjaga kualitas audio tetap stabil. Mode less latency memungkinkan menonton film atau bermain game tanpa gangguan audio yang terasa delay.
Baterainya mampu bertahan sekitar delapan jam dengan ANC aktif dan 12 jam tanpa ANC pada earbuds saja. Mengutip halaman dukungan resmi Sony, daya tahan WF-1000XM6 tercatat “max. 8 hrs (NC ON) / max. 12 hrs (NC OFF)” serta mendukung pengisian USB dan wireless charging.
Dengan casing pengisian daya, total durasi pemutaran musik bisa mencapai 24 jam, lengkap dengan fitur battery care yang membatasi pengisian hingga 80–90% untuk menjaga umur baterai lebih panjang. Pengisian daya dapat dilakukan lewat port USB-C atau wireless charging, sementara indikator LED tersembunyi menjaga tampilan tetap rapi.
Fitur quick attention memungkinkan pengguna mendengar suara sekitar tanpa melepas earbuds, sehingga tetap sadar lingkungan saat dibutuhkan. Desain TWS ergonomis dengan ventilasi di bagian dalam agar telinga tidak terlalu tertekan.
Ear tips foam mengikuti kontur telinga, memberikan fitting stabil saat bergerak, dan tersedia dalam ukuran XS, S, M, hingga L untuk pengalaman mendengarkan optimal. Shell glossy minimalis membuat lampu charging tidak terlihat saat perangkat mati, menjaga tampilan tetap bersih dan elegan.
Bagian internal menggunakan bahan resin ringan yang aman dari alergi, sementara shell sedikit menjorok keluar agar tidak menekan daun telinga. Hal ini meningkatkan kenyamanan pemakaian seharian tanpa rasa tidak nyaman di telinga.
Kualitas suara XM6 diperkuat driver dinamis dengan soundstage luas dan imaging akurat. EQ dapat diatur hingga 10 band, naik dari 5 band di XM5, memungkinkan pengguna menyesuaikan tonal mulai bass, mid, hingga treble sesuai selera.
Mode ambient sound menjaga kesadaran terhadap suara sekitar tanpa mengurangi fokus musik. Mikrofon panggilan ditingkatkan agar suara terdengar jelas di luar ruangan maupun di kafe, membuat percakapan tetap natural dan bersih.
TWS ini memiliki sertifikasi tahan cipratan air IPX4, sehingga aman dipakai olahraga ringan atau saat hujan gerimis. Mengutip situs resmi Sony, perangkat ini memang telah mendukung ketahanan air “IPX4” untuk penggunaan harian.
Pilihan warna hitam dan platinum silver membuatnya cocok untuk berbagai gaya dan outfit. Sementara itu, bentuk compact tetap ergonomis di telinga untuk penggunaan jangka panjang.
Harga resmi Sony WF-1000XM6 di Indonesia sekitar Rp 4.999.000 saat peluncuran. Kombinasi ANC efektif, kualitas suara jernih, EQ 10 band, desain ergonomis, dan pilihan warna elegan membuat WF-1000XM6 menjadi TWS kecil yang lengkap dan menarik bagi penggemar audio.
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
4 Toner Pad Solusi Tenangkan Kemerahan Akibat Sinar UV pada Kulit Sensitif
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
Terkini
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya