Duduk di bawah pohon rindang merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan dan memberikan rasa nyaman. Manfaat sebuah pohon itu sangatlah banyak; selain memberikan kesejukan dari panasnya siang hari, pohon juga mengeluarkan oksigen yang membuat kita semakin rileks.
Itulah yang saya lakukan ketika masih menjadi mahasiswa. Kampus saya di sekitar kota Medan merupakan salah satu kampus yang asri. Lingkungannya dihiasi banyak pepohonan, bunga, dan tanaman lainnya yang menciptakan estetika serta rasa nyaman ketika melaksanakan proses belajar mengajar, diskusi, maupun mengerjakan tugas.
Di kampus tersebut tersedia meja dan tempat duduk dari keramik yang sengaja dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa yang ingin beristirahat, bekerja, maupun berdiskusi. Suasana lingkungan kampus yang asri dan terjaga tentu saja memberikan perbedaan rasa dibandingkan saat kita berada di gedung-gedung tinggi yang gersang.
Menciptakan Kenyamanan dalam Bekerja
Suasana di bawah pohon rindang memberikan manfaat nyata, salah satunya kenyamanan dalam bekerja. Kita bisa membayangkan bagaimana rasanya duduk di bawah pohon yang rindang sambil membuka laptop dan mengerjakan tugas kantor maupun kampus.
Saya sudah merasakan betapa mudahnya otak untuk berpikir ketika mengerjakan sesuatu di bawah pohon. Entah kenapa rasanya berbeda. Pepohonan memberi nuansa yang tenang sekaligus mengajak kita untuk hening dan memikirkan segala sesuatu dengan lebih jernih. Setiap kata yang mengalir menjadi kalimat lahir lebih mudah saat suasana nyaman itu tercipta. Ketikan demi ketikan tercantum di dalam laptop sampai pekerjaan itu selesai dengan maksimal.
Cobalah sesekali bekerja di bawah pohon yang rindang; kamu akan merasakan hal yang sama. Jika ingin menulis, cobalah mengerjakan tulisan itu di sana. Saat ingin mencari ide, biasanya inspirasi akan datang lebih cepat sehingga tulisan menjadi lebih mudah diselesaikan. Secara otomatis, pikiran akan disegarkan untuk merangkai kalimat demi kalimat menjadi sebuah paragraf yang indah dan bermanfaat.
Selain itu, kita bisa menyempatkan waktu untuk beristirahat sekaligus berdiskusi dengan rekan kerja maupun teman kuliah mengenai hal-hal penting seputar kehidupan. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan saat bersantai di ruang terbuka hijau seperti itu.
Sejenak Menghilangkan Beban Pikiran
Di bawah pohon rindang pun akan membantu kita untuk sejenak menghilangkan beban pikiran atau masalah yang sedang dihadapi. Saya pernah berada dalam situasi berat saat pembuatan karya ilmiah dan skripsi. Ketika itu, rasanya skripsi begitu sulit; banyak kesalahan yang harus diperbaiki setiap kali bimbingan dengan dosen.
Namun, saat saya dan teman memanfaatkan waktu untuk berdiskusi di bawah pohon rindang di lingkungan kampus, manfaatnya sungguh luar biasa. Saya bisa menikmati hari-hari berat tersebut dengan penuh semangat dan senyuman. Saya masih bisa tertawa di tengah sulitnya pengerjaan skripsi. Seakan-akan, kita diajak untuk melupakan sejenak hiruk-pikuk dunia kampus dan segala tekanannya.
Ketenangan yang penuh dapat dirasakan ketika berada di sana. Berbagai literatur pun menyiratkan bahwa duduk di bawah pohon rindang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental secara signifikan, termasuk mengurangi stres atau kecemasan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan suasana hati.
Bumi ini sudah menyiapkan tempat-tempat terbaik untuk kita. Tinggal bagaimana kita merasakannya dan merawatnya dengan baik agar hari ini dan di masa depan, kita serta generasi mendatang masih bisa merasakan nikmat dan manfaatnya. Mari sesekali menghindar dari hiruk-pikuk kota yang penuh gedung tinggi dan cuaca panas, lalu temukan sukacitamu di bawah keteduhan pohon.
Baca Juga
-
Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
Artikel Terkait
-
Hujan di Parangtritis: Ketika Perjalanan Tak Sesuai Rencana Justru Memberi Cerita
-
Sensasi Makan Indomie di Bawah Bayangan Kapal Raksasa: Mengulik Dermaga Pelabuhan Cirebon
-
Di Lereng Merbabu, Saya Menemukan Rumah yang Tak Pernah Saya Cari Sebelumnya
-
Di Balik Panas dan Jalan Berlubang: Menemukan 4 Sudut Syahdu di Kota Udang Cirebon
-
Di Balik Julukan Gotham City, Medan Punya Kehangatan yang Selalu Kurindu
Lifestyle
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Terkini
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
-
Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi