Daging menjadi salah satu sumber protein yang digemari masyarakat. Selain rasanya yang gurih dan lezat, bahan pangan ini juga menyimpan banyak protein, serat, dan lemak baik. Tak heran jika penjualannya melonjak di momen-momen tertentu, terutama menjelang perayaan Idul Adha.
Hari raya yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah ini identik dengan penyembelihan hewan kurban. Ternak yang telah disembelih selanjutnya akan dibagi rata ke masyarakat sekitar.
Sayangnya, masih ada yang keliru dalam menyimpan bahan mentah ini. Alih-alih awet, kebiasaan ini justru membuatnya rentan membusuk.
1. Mencuci daging sebelum disimpan ke kulkas
Rutinitas ini mungkin berangkat dari anggapan menjaga higienitas masakan. Namun di sisi lain, tindakan ini justru mengurangi umur simpan daging segar.
Pasalnya air yang mengalir dari keran kerap kali mengandung banyak bakteri. Alih-alih menjadi steril, pangan hewani ini justru dapat terkontaminasi dan cepat membusuk.
Selain itu, perilaku ini juga membuat daging menjadi lebih lembab. Kondisi menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Sebagai jalan tengah, cukup menepuk-nepuk permukaan daging mentah dengan menggunakan tisu kering dan bersih. Langkah ini dapat menjaga kebersihan bahan ini tanpa membuatnya tercampur bakteri atau lembab.
2. Tidak menggunakan wadah kedap udara untuk membungkusnya
Daging mentah yang telah dipotong perlu ditempatkan di dalam wadah kedap udara. Kemasan ini dapat berupa kotak plastik atau kantong khusus makanan dengan zip-lock.
Selain memperpanjang masa simpan, langkah ini juga mencegah aroma menyengat dari daging agar tidak merusak bahan makanan lain.
Dilansir Fetching Foods, warna daging dapat berubah dari merah menjadi cokelat ketika berkontak dengan oksigen. Proses ini dikenal dengan nama oksidasi, melibatkan zat besi dari daging dan oksigen dari udara luar. Tidak hanya mengubah tampilan luar, reaksi ini memicu pembusukan lemak dan merusak cita rasanya.
3. Membekukan ulang daging yang sudah dicairkan (thawing)
Saat daging beku dicairkan, mikroba di dalamnya akan aktif mulai membelah diri. Kondisi ini dapat memicu lonjakan jumlah bakteri hanya dalam hitungan jam. Oleh karenanya, bahan ini perlu segera diolah setelah dikeluarkan dari freezer.
Membekukannya kembali juga bukan solusi yang tepat. Bakteri memang akan tertidur kembali, tetapi jumlahnya sudah terlampau banyak dan berisiko merusak kualitas daging. Untuk menyiasati itu, kamu cukup mencairkan daging sesuai dengan kebutuhan konsumsi. Tidak berlebih-lebihan.
Sebenarnya daging masih layak diolah setelah proses thawing. Namun, ada durasi dan suhu tertentu yang perlu diperhatikan.
Dilansir Healtline, bahan mentah ini dapat dibekukan ulang jika belum dibiarkan lebih dari dua jam di luar kulkas dan satu jam pada suhu 32°C.
4. Menyentuh daging kurban dengan tangan kotor
Tanpa kita sadari, tangan manusia membawa banyak mikroorganisme di telapaknya. Banyak kuman yang menempel saat kita menyentuh benda satu ke benda lain. Ini juga berlaku saat kita memegang daging tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu.
Selain mempercepat proses pembusukan, kebiasaan buruk ini juga meningkatkan risiko keracunan makanan. Solusinya cukup sederhana.
Kita perlu membasuh tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengolah bahan masakan. Idealnya, prosedur dapur tersebut dilakukan minimal 20 detik agar tangan menjadi lebih higienis.
5. Tidak mengatur suhu kulkas atau freezer
Dilansir laman resmi World Health Organization, daging segar perlu disimpan di bawah suhu 5°C. Jika di atas rentang tersebut, bakteri di dalamnya dapat memperbanyak diri dan merusak kualitas daging hanya dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, suhu lemari pendingin perlu diperhatikan dan diatur dengan teliti.
Selain itu, minimalisasi membuka-tutup pintu kulkas jika tidak ada keperluan. Meskipun terkadang kita penasaran dengan mati-nyala lampu di dalamnya, tindakan ini bisa mencampur suhu lingkungan dengan suhu kulkas. Dengan begitu, kondisi dingin yang optimum menjadi terganggu bahkan sulit tercapai.
Tidak hanya saat dimasak, prosedur penyimpanan daging juga perlu diperhatikan. Hal ini penting dilakukan agar kandungan gizi dan durasi simpannya dapat bertahan hingga berminggu-minggu.
Baca Juga
-
Bye Apek! 5 Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Sepatu
-
Bergema Sampai Selamanya: Apresiasi Momen Kecil Bersama Kekasih
-
Lelah Jadi Pejuang Cita-cita? Dengar Lagu Tulus Ini untuk Menyalakan Kembali Api Mimpimu
-
Besok Sisa Sengsara? Udah, Rayakan Hari Ini Aja Bareng Lagu "Kita ke Sana" dari Hindia
-
Eat the Frog: Agar Pekerjaan Berat Cepat Selesai, Makan 'Kataknya' Dulu!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Chic sampai Street Look, Intip 4 OOTD ala Ryul LNGSHOT yang Kece Abis!
-
Bye Jerawat Meradang! 4 Sunscreen Salicylic Acid Harga Murah Rp30 Ribuan
-
4 Essence Toner Probiotic, Kunci Kulit Auto Lembap dan Skin Barrier Kuat!
-
Samsung dan Google Siapkan Kacamata AI, Canggih tapi Tetap Fashionable
-
Bebas Gerah, Intip 5 Gaya Outfit Musim Panas Lim Ji Yeon yang Super Modis
Terkini
-
Lika-liku Perempuan Menembus Esports Profesional di Falling Into Your Smile
-
Diskon, Gratis Ongkir, dan Cicilan: Kombinasi yang Sulit Ditolak Gen Z
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Setelah 10 Episode, Saya Baru Menangkap Detail Penting di The Scarecrow
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez