Sekar Anindyah Lamase | Fathorrozi 🖊️
Smartphone Huawei Mate XT 2 (Huawei Central)
Fathorrozi 🖊️

Bayangkan sebuah ponsel yang saat berada di genggaman terlihat seperti smartphone biasa, tetapi dalam beberapa gerakan dapat berubah menjadi layar besar menyerupai tablet.

Konsep seperti ini bukan lagi sekadar eksperimen teknologi. Huawei telah membuktikannya melalui lini Mate XT, dan kini perusahaan asal China tersebut bersiap membawa generasi berikutnya lewat Huawei Mate XT 2.

Setelah berbulan-bulan menjadi bahan rumor, teka-teki mengenai waktu kehadiran perangkat ini akhirnya terjawab. Gizmochina, Selasa (25/8/2026) melaporkan, Huawei secara resmi mengonfirmasi bahwa Mate XT 2 akan diperkenalkan pada 7 September 2026 dalam acara bertajuk “HarmonyOS 7 | Huawei Mate XT 2 and All-Scenario New Product Launch Event”. Perangkat tersebut akan hadir bersama HarmonyOS 7 dan menjadi salah satu bintang utama acara besar Huawei.

Kehadiran Mate XT 2 menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai ponsel lipat tiga, tetapi juga karena Huawei disebut sedang menyiapkan sejumlah perubahan penting. Mulai dari mekanisme engsel baru, material layar yang lebih kuat, chipset generasi baru, hingga peningkatan kemampuan kecerdasan buatan. Meski begitu, perlu dicatat bahwa sebagian besar spesifikasi teknis tersebut masih berstatus bocoran dan belum dikonfirmasi Huawei.

Debut 7 September 2026

Tanggal peluncuran Mate XT 2 kini sudah resmi. Huawei akan memperkenalkannya pada 7 September 2026 di China, bersamaan dengan sistem operasi terbaru HarmonyOS 7. Pengumuman tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi yang sebelumnya menyebut perangkat ini baru akan diperkenalkan pada Oktober.

Bagi Huawei, peluncuran ini bukan sekadar memperbarui sebuah produk. Mate XT 2 merupakan kelanjutan dari Mate XT Ultimate Design, perangkat yang membuat konsep ponsel lipat tiga semakin dikenal luas. Generasi sebelumnya mampu menghadirkan layar berukuran 10,2 inci ketika dibentangkan sepenuhnya, sehingga satu perangkat dapat digunakan sebagai ponsel, perangkat multitasking, sekaligus tablet.

Mate XT generasi pertama juga memiliki ketebalan hanya sekitar 3,6 mm pada bagian tertipis ketika dibentangkan, sebuah angka yang menunjukkan betapa agresifnya Huawei dalam mengejar desain tipis meski membawa mekanisme lipatan yang kompleks.

Desain U-Shape Jadi Sorotan

Di antara perubahan yang paling menarik dari Mate XT 2 adalah dugaan perubahan mekanisme lipatan. Jika Mate XT sebelumnya menggunakan pola lipatan yang menyerupai huruf Z, Mate XT 2 disebut-sebut akan mengadopsi konsep U-shaped atau inward-folding.

Dalam desain tersebut, kedua sisi layar dilipat ke arah dalam. Konsep ini memiliki satu keuntungan besar, yaitu layar fleksibel utama dapat berada di dalam ketika perangkat ditutup sehingga lebih terlindungi dari goresan maupun tekanan eksternal.

Rumor mengenai desain tersebut juga diperkuat oleh bocoran rancangan dan laporan sejumlah media teknologi. Mekanisme engsel baru disebut dirancang untuk mengurangi tampilan crease atau bekas lipatan pada layar. Jika benar diterapkan, perubahan ini bisa menjadi salah satu peningkatan paling penting dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk perangkat dengan tiga panel layar dan dua titik lipatan, engsel bukan sekadar komponen mekanis. Ia merupakan bagian vital yang menentukan kenyamanan penggunaan sekaligus umur perangkat. Maka dari itu, peningkatan pada bagian ini akan sangat menentukan apakah Mate XT 2 benar-benar terasa lebih matang daripada pendahulunya.

Layar Lebih Tangguh dengan UFG Glass

Layar ponsel Huawei Mate XT 2 (GSMArena)

Layar menjadi tantangan lain yang harus ditaklukkan Huawei. Sebuah smartphone lipat tiga memiliki bidang layar fleksibel yang jauh lebih besar dan mekanisme yang lebih rumit dibandingkan foldable konvensional.

Huawei Mate XT 2 dirumorkan menggunakan UFG (Ultra-Fine Glass) untuk meningkatkan ketahanan layar. Material tersebut disebut sebagai salah satu solusi Huawei untuk membuat layar lipat lebih kuat sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap kerusakan akibat penggunaan sehari-hari.

Namun, Huawei sendiri belum mengumumkan secara resmi spesifikasi material layar Mate XT 2. Oleh arena itu, klaim mengenai UFG sebaiknya tetap dipandang sebagai informasi awal sampai perusahaan memberikan konfirmasi pada acara peluncuran.

Ditopang Kirin 9050 Pro

Dari sektor performa, nama Kirin 9050 Pro menjadi salah satu yang paling sering muncul dalam berbagai bocoran. Chipset ini diperkirakan menjadi otak Mate XT 2 dan membawa peningkatan terutama pada kemampuan pemrosesan AI secara langsung di perangkat atau on-device AI.

Peningkatan tersebut menarik karena Mate XT 2 bukan hanya membutuhkan performa untuk menjalankan aplikasi biasa. Dengan layar yang dapat berubah menjadi beberapa format, kemampuan multitasking menjadi sangat penting. Pengguna bisa saja membuka beberapa aplikasi, bekerja dengan dokumen, menjalankan komunikasi, sekaligus memanfaatkan layar besar untuk menikmati konten.

Huawei juga akan memperkenalkan HarmonyOS 7 dalam acara yang sama. Kolaborasi antara hardware baru dan software generasi terbaru menjadi penting karena perangkat tri-fold membutuhkan pengelolaan antarmuka yang jauh lebih kompleks daripada smartphone konvensional. Sistem harus mampu beradaptasi ketika layar dibuka sebagian maupun sepenuhnya, termasuk menangani perpindahan aplikasi dan multitasking.

Baterai dan Kamera Ikut Ditingkatkan

Sejumlah bocoran sebelumnya menyebut Mate XT 2 kemungkinan membawa baterai berkapasitas lebih dari 6.000 mAh, meningkat dibandingkan Mate XT yang memiliki baterai 5.600 mAh.

Kapasitas lebih besar cukup masuk akal mengingat Mate XT 2 harus menyuplai energi untuk layar berukuran besar sekaligus chipset yang menangani berbagai proses berat. Beberapa laporan juga menyebut penggunaan teknologi baterai berbasis silikon untuk membantu meningkatkan kapasitas tanpa membuat bodi menjadi terlalu tebal. Namun, kapasitas final dan teknologi baterainya masih menunggu pengumuman resmi Huawei.

Sektor kamera pun diperkirakan mendapat perhatian. Bocoran yang beredar menyebut kemungkinan hadirnya kamera utama berukuran besar, kamera telefoto periskop, dan ultrawide. Laman Notebookcheck memberi laporan yang mengaitkan Mate XT 2 dengan kamera utama beresolusi hingga 200 MP. Akan tetapi, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi sehingga konfigurasi kamera final masih menjadi salah satu misteri yang menunggu jawaban pada 7 September.

Harga Resmi Belum Diumumkan

Untuk urusan harga, terdapat satu hal penting yang perlu digarisbawahi, bahwa Huawei hingga 26 Agustus 2026 belum mengumumkan harga resmi Mate XT 2. Karena perangkat baru akan diperkenalkan pada 7 September, angka harga yang beredar saat ini masih berupa prediksi atau bocoran.

Sejumlah laporan memperkirakan harga awal Mate XT 2 berada di kisaran 20.000 yuan, atau sekitar Rp45 jutaan jika dikonversikan secara kasar berdasarkan kurs Rp2.250 per yuan. Angka tersebut bukan harga resmi dan dapat berubah setelah Huawei membuka penjualan.

Sebagai pembanding, Huawei Mate XT Ultimate Design yang lebih dulu dipasarkan di Indonesia memiliki harga resmi Rp52.999.000 ketika diperkenalkan di Tanah Air.

Dengan demikian, calon pembeli sebaiknya tidak menganggap angka 20.000 yuan sebagai harga final Mate XT 2. Harga resmi China, konfigurasi RAM dan penyimpanan, serta kemungkinan harga Indonesia baru dapat dipastikan setelah Huawei mengumumkannya.