Hayuning Ratri Hapsari | Ken Hitana
Ilustrasi Donat (unsplash/Rens D)
Ken Hitana

Adonan donat udah didiamkan lama, mengembang sempurna, tapi tiba-tiba malah kempes waktu matang? Jangan buru-buru salahkan resep atau raginya. Bisa jadi adonan donatmu mengalami overproof.

Overproof terjadi ketika adonan dibiarkan mengembang terlalu lama sehingga struktur adonan mulai melemah. Memang, adonan terlihat mengembang cantik dan besar, tapi itu justru membuat struktur di dalamnya melemah dan akhirnya kempes setelah digoreng.

Lalu, bagaimana cara mengetahui adonan sudah overproof atau belum? Kenali 5 tandanya berikut!

1. Adonan Terlihat Mengembang Berlebihan

Ilustrasi Proofing Adonan (unsplash/Claudia Stucki)

Salah satu tanda adonan donat mengalami overproof adalah ukurannya mengembang terlalu besar dan terlihat sangat penuh. Sekilas, kondisi ini mungkin tampak seperti hasil fermentasi yang berhasil. Tapi, kalau diperhatikan lagi, adonan yang overproof akan melebar ke samping bukannya ke atas.

Adonan yang sudah overproof akan kehilangan elastisitasnya dan terlihat rapuh karena struktur glutennya melemah. Adonan yang tadinya dipaksa menahan gas fermentasi berlebih, kini tak mampu untuk mempertahankan bentuknya.

2. Adonan Tidak Kembali ke Bentuk Semula saat Ditekan

Ilustrasi Menguleni Adonan (pixabay.com/Irenna_____)

Salah satu cara sederhana untuk melihat kondisi adonan adalah melakukan poke test. Caranya, tekan permukaan adonan secara perlahan menggunakan ujung jari, lalu perhatikan bagaimana adonan merespons tekanan tersebut. 

Kalau adonan tidak kembali ke bentuk semula dan meninggalkan bekas setelah ditekan, kemungkinan besar adonan donat kamu sudah terlalu lama difermentasi. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa struktur adonan sudah terlalu lemah untuk kembali mempertahankan bentuknya.

3. Aroma Fermentasi yang Terlalu Menyengat

Ilustrasi Adonan (unsplash/Claudia Stucki)

Selain dari bentuk fisik, kamu bisa mengenali tanda adonan yang overproof dari aromanya. Adonan yang sudah terlalu lama didiamkan akan mengalami proses fermentasi berlebihan sehingga mengeluarkan aroma ragi khas alkohol yang cukup menonjol.

Saat membuat donat, sangat normal untuk aroma ragi yang tercium. Tapi, kalau terlalu menyengat itu justru bisa menjadi tanda ada yang salah dengan proses memasakmu. Rasa asam berlebihan dari hasil fermentasi juga akan mengganggu rasa setelah disajikan.

4. Lebih Susah untuk Dibentuk

Ilustrasi Membentuk Adonan (unsplash/Salom Watel)

Jika sebelumnya adonan masih cukup elastis dan mudah dibentuk, adonan yang sudah overproof dapat terasa lebih lemas, lengket, dan tidak mampu mempertahankan bentuknya dengan baik. Akibatnya, donat yang sudah dibentuk juga bisa lebih mudah melebar atau kehilangan bentuk sebelum digoreng.

Jadi, kalau adonan tiba-tiba terasa jauh lebih lembek setelah proses proofing, jangan buru-buru menambahkan tepung karena bisa jadi masalahnya bukan kekurangan tepung. Bukannya menyelesaikan masalah, kamu baru saja membuat masalah baru. Setelah digoreng, donatmu malah akan bantat dan terasa 'sangat tepung'.

5. Kempes dan Berminyak saat Matang

Ilustrasi Donat (unsplash/Tadeusz Zachwieja)

Tanda overproof yang paling mudah terlihat justru bisa muncul setelah adonan masuk ke minyak. Donat yang sebelumnya sudah mengembang dapat tiba-tiba kempes. 

Kadang, adonan terlihat sangat berminyak setelah ditiriskan karena adonan yang overproof sangat mudah menyerap minyak saat masuk penggorengan.

Tapi, apakah donat yang overproof tetap aman dimakan? Jawabannya, tentu saja aman! Hanya saja ada perbedaan di bentuk dan menambah sedikit rasa asam. Namun, overproof akan terasa merugikan apabila produksi donat untuk dijual karena berpengaruh pada kualitas. Jadi, jangan puas dulu kalau adonan donatmu terlihat membesar. Tetap perhatikan tekstur, bentuk, dan aromanya, ya. Selamat mencoba!