Ngamuk di Pengadilan, Laki-laki Ini Lepaskan Ratusan Ular Berbisa
Seorang laki-laki dan beberapa kenalannya mendatangi sebuah kantor pengadilan di Sumenep, Madura. Ia dan teman-temannya membawa beberapa kantong isi ular berbisa. Ada di antaranya jenis kobra.
Mereka langsung menuju pusat kantor pengadilan dan si lelaki langsung ngamuk-ngamuk. Beberapa staf pengadilan mencoba menenangkan, namun ia tetap teriak-teriak.
Terlihat karung-karung ular diletakkan di lantai, sehingga membuat ular-ular di dalamnya lepas.
"Masukkan (ular-ular itu)," teriak salah seorang staf.
Namun si lelaki berteriak, "Jangan masukkan!"
Entah apa yang menjadi pemicu kemarahan lelaki tersebut, berikut videonya:
Pengirim: Fatimah H, ibu rumah tangga.
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Parole Examiner Lee: Membongkar Wajah Gelap Kekuasaan di Balik Sistem Hukum
-
Another Word for Neighbor, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Sejak Dini
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian
Artikel Terkait
-
Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi
-
Media Internasional Sorot Orang Indonesia Jual Bayi ke Singapura
-
Praperadilan Ditolak, Roy Suryo Tetap Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami
News
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
Terkini
-
Parole Examiner Lee: Membongkar Wajah Gelap Kekuasaan di Balik Sistem Hukum
-
Another Word for Neighbor, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Sejak Dini
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Spider-Man: Brand New Day, Pendewasaan Sang Pahlawan di Tengah Kesepian