Kisah model seperti ini selalu ada di saat mudik Lebaran. Akibat mogok di tol, si empunya kendaraan yang sedang tak beruntung harus bayar Rp 9 juta lebih untuk sparepart.
Akun @tantee_rempong_officiall memuat sebuah bon harga-harga sparepart yang harus dibayar seseorang saat kendaraannya mogok di tol. Tidak disebutkan, sih, tol mana, tapi jika lihat bonnya, mungkin di sekitar kawasan Surabaya, Jawa Timur.
Akun ini memposting tulisan seseorang, "Hati-hati deh kalo mogok di tol, sama tukang derek dibawa ke bengkel ini. Getok harga sparepart 2x lipat bahkan lebih. Sengaja gak ane blur namanya biar pada waspada. Kalo makin banyak korban bisa makin kaya itu bengkel, cepet naik haji. (Kebetulan yang kena musibah ini om ane, mobilnya carry). Thx mbak yulita."
Si penulis memang sengaja tak menghapus nama bengkelnya, karena menurutnya, harga sparepart yang dijual di toko tersebut dua kali lipat lebih mahal daripada harga seharusnya. Si penulis berharap, dengan memviralkan bon milik saudaranya ini, maka di lain waktu tak akan ada lagi korban-korban lain yang harus mengalami hal yang sama.
Di bon tersebut memang disebutkan, barang ini seharga berapa, barang itu seharga berapa. Sayangnya saya tidak mengerti sparepart kendaraan dan harga sebenarnya. Namun saya ingin membantu teman-teman untuk waspada, sebelum menggunakan jasa, sebaiknya tanya dulu harga-harganya;
@aninmarch; Gilaaaa ampe 9 juta...
@f4.jarr; Kebeli satu motor tuh.
@love_me_amor8976; Intinya klo lebaran , mau ngapa2 in musti nanya2 dulu deh , kalo perlu masuk WC umum jg ditanya , jangan pas kita boker ditarif mahal jg.
@nisadira0816; Itulah makanya aq klo apa2 nanya harga dlu, biarin dikata misqueiin.
@n3il44; udah gue chat itu bengkel.. Dasar bengkel gila.
Pengirim : Indah Anindya, mahasiswa.
Baca Juga
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh
Artikel Terkait
News
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak
-
Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah
Terkini
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh
-
4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak