Jakarta – Mardani Ali Sera, Inisiator gerakan #KamiOposisi mengingatkan Presiden Jokowi untuk lebih mengedepankan kemaslahatan rakyat dalam mengelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) terutama bidang Kesehatan. Ia mendesak mengelola BPJS seharusnya berpegang teguh amanah konstitusi dan perundang-undangan.
“Saya mendesak Presiden Jokowi untuk segera memperbaiki sistem pengelolaan BPJS terutama sistem teknologi informasi dan manajemen operasional dengan baik sehingga memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali,” kata Mardani, Senin (2/9).
Lebih lanjut Menurut Mardani yang harus segera dilakukan perbaikan adalah enam akar masalah yang dipaparkan dalam audit BPKP seperti Rumah sakit nakal, layanan lebih banyak dari peserta, perusahaan main-main, peserta aktif rendah, data tidak valid, manajemen klaim. “Semua itu apabila Sistem IT nya benar dan efisien tidak akan carut marut seperti sekarang, apalagi masyarakat masih pakai kertas rujukan, mestinya cukup melalui aplikasi mobile,” ujarnya.
Selain itu, menurut Ketua DPP PKS ini sejak implementasi BPJS sejak tahun 2014 masih jauh dari sempurna sistem pengelolaannya, “Saya minta Presiden segera memperbaiki sistem penglolaan BPJS dengan baik dan benar sesuai UU dan menolak memberatkan masyarakat dengan memberikan sanki bagi peserta yang tidak bayar iuran,” ujarnya. Menurutnya akar dari permasalahan semua itu adalah miss management oleh dewan pengawas dan direksi yang gagal membuat sistem jaminan kesehatan nasional yang lebih simpel, terpadu, terukur dan efektif serta efisien.
Sebelumnya, Menkeu, Sri Mulyani serta DSJN dan Direksi BPJS pada bulan Agustus 2019 lalu mengusulkan Kelas I dari Rp. 80rb menjadi Rp. 160rb. Kelas II dari Rp. 51rb menjadi Rp. 110rb. Kelas III dari Rp. 25.500 menjadi 42rb. Pemerintah beralasan kenaikan untuk menutup defisit BPJS tahun 2019 yg diperkirakan sebesar Rp. 28,5 Trilyun.
Oleh karena itu, Wakil Komisi II DPR RI itu menolak wacana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan dua kali lipat dari sebelumnya, “Selama ini pemerintah hanya mencari solusi mudah yang selalu membebani rakyat tanpa menyelesaikan akar-akar permasalahannya. Saya tegaskan menolak wacana kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Kasihan rakyat kecil yang terus menerus terbebani ekonominya,” kata Mardani.
Mardani mengusulkan Pemerintah harus segera melakukan reformasi terhadap pengelolaan BPJS Kesehatan dengan mengangkat seluruh Direksi BPJS dan DJSN dengan praktisi profesional yang memiliki kapasitas dan integritas terbaik dan bisa bekerja lebih baik agar miss management bisa teratasi.
“Ketimbang memindahkan Ibu Kota, lebih baik presiden serius melakukan reformasi birokrasi BPJS dan BJSN sekaligus memperbaiki sistem pengelolaannya agar negara bisa jadi pelindung dan menjadi pemberi kepastian kesejahteraan sosial dalam hal kesehatan seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali,” pungkasnya.
Baca Juga
-
8 Drama Korea yang Akan Tayang di Bulan Juli 2020. Bertabur Bintang, lho!
-
Selain The King: Eternal Monarch, 5 Karya Kim Go Eun Ini Wajib Ditonton
-
Makin Lokal, 7 Cuitan Choi Siwon Super Junior Ini Pakai Bahasa Indonesia
-
Wajib Ditonton, 5 Drama Korea Ini Akan Tayang di Bulan Juni
-
5 K-Pop Idol yang Pernah Diperlakukan Tidak Baik oleh Agensinya
Artikel Terkait
-
Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik
-
Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang
-
Kata-kata Kurniawan Dwi Yulianto Usai Timnas Indonesia U-17 Hajar Timor Leste 4-0
-
Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen
-
5 Zodiak Paling Beruntung Finansial pada 14 April 2026, Ada Aries hingga Capricorn
News
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
Terkini
-
Ulasan Novel Karmila, Cinta yang Tumbuh dari Sisa-sisa Kehancuran
-
I.O.I Umumkan Nama Fan Club Resmi Jelang Comeback Anniversary
-
Bengkel dan Perempuan: Memaksa Berani untuk Sekadar Servis Motor?
-
LE SSERAFIM Comeback dengan Album Penuh Kedua PUREFLOW Pt.1 Setelah 3 Tahun
-
Tayang 22 Mei, Drakor Fifties Professionals Umumkan Jajaran Pemain