Memasak daging merah memiliki tantangannya tersendiri. Berbeda dengan unggas yang cenderung lunak, daging sapi sering kali terasa alot saat dikonsumsi. Kondisi ini makin terasa seiring bertambahnya umur hewan ternak tersebut.
Namun, jika diolah dengan cara yang tepat, tekstur bahan masakan ini juga bisa terasa lembut dan lezat. Ada beragam siasat yang bisa kamu coba. Penasaran? Yuk, baca tulisan ini!
1. Potong daging melawan arah garis-garis seratnya
Daging sapi memiliki serat memanjang yang dapat dilihat di permukaannya. Agar teksturnya tidak alot, kamu perlu mengirisnya berlawanan dengan arah garisnya. Dengan begitu, serat-serat ototnya akan memutus dan memendek. Kondisi ini memudahkan gigi kita saat mengunyahnya.
Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan ketebalannya. Untuk olahan rendang atau satai, idealnya dipotong dengan tebal sekitar 1–2 cm. Kondisi ini membuat sumber protein ini tidak hanya empuk, tetapi juga cepat matang saat dimasak.
2. Pukul secara pelan untuk memutus uratnya
Supaya menjadi empuk, kamu juga bisa mencoba cara memukul-mukul pelan daging sapi. Lakukan ini dengan perlahan, tidak menggunakan tenaga ekstra. Jika tidak, tampilannya tidak akan estetis karena menjadi gepeng.
Selain itu, kamu juga perlu alat khusus seperti meat hammer (palu daging). Jika tidak memilikinya, bisa diganti dengan ulekan atau kaleng makanan. Agar tidak kotor, kamu bisa membungkusnya terlebih dahulu sebelum dipukul.
3. Oleskan bahan-bahan alami bisa melunakkannya
Dilansir Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, ada banyak bahan dapur yang dapat melembutkan daging, di antaranya yaitu nanas, daun pepaya, dan jahe. Setiap bahan membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda. Berikut penjabarannya.
Kita mulai dari nanas. Buah dengan rasa asam-manis ini mengandung enzim Bromelain yang bisa memutus serat otot. Untuk memanfaatkan buah bersisik ini, kamu perlu memarutnya dan melumurkannya ke potongan daging. Diamkan proses marinasi ini selama 10–30 menit. Jika sudah, singkirkan sisa nanas dengan sendok atau tisu bersih sebelum dimasak.
Selanjutnya, ada daun pepaya. Lembaran ini mengandung enzim Papain yang mampu menguraikan protein pada daging. Penggunaannya pun mudah, cukup bersihkan daun ini lalu gunakan sebagai pembungkus selama 10 menit. Namun, daun itu perlu dicuci dan diremas agar getah penyebab rasa pahitnya menjadi hilang.
Bisa juga dengan parutan jahe. Rimpang ini mengandung enzim Zingibain yang bisa berperan untuk menguraikan protein. Caranya yaitu dengan melumuri daging selama 30 menit dengan parutan jahe.
4. Gunakan teknik memasak 5-30-7 menit
Teknik ini membagi durasi memasak menjadi tiga tahap. Rebus daging selama 5 menit, lalu matikan kompor. Selanjutnya, tutup panci selama 30 menit agar uap panas dapat membuatnya lunak. Setelah itu, nyalakan kembali kompor selama 7 menit. Selain lebih singkat, trik ini juga dapat menghemat penggunaan gas.
Namun jika memiliki panci presto, kamu juga bisa memanfaatkan itu. Tekanan yang dihasilkan olehnya akan melunakkan daging jauh lebih cepat, sekitar 15–20 menit saja. Saat menggunakan alat ini, pastikan panci tertutup dengan rapat dan hati-hati ketika membukanya.
5. Masak dengan api kecil agar panas meresap perlahan
Dalam dunia kuliner, ada teknik mengolah hidangan bernama slow cooking. Dilansir IPB University, metode ini merujuk pada penggunaan api kecil saat memasak bagian tubuh sapi ini. Proses ini akan membuka serat-serat secara perlahan, sehingga sumber protein ini menjadi lebih lunak.
Tidak hanya itu, metode slow cooking juga membuat bumbu masakan menjadi lebih meresap. Air yang menyusut secara bertahap akan mengunci cita rasa kuliner dengan baik. Hasilnya daging tidak hanya lembut, tetapi juga menggugah selera.
Tidak seperti ayam, daging sapi butuh perlakuan khusus agar teksturnya tidak alot. Ada beragam siasat yang bisa kamu coba, tentu disesuaikan dengan alat dan bahan yang tersedia di rumah.
Baca Juga
-
5 Langkah Mudah Menanam Bunga Telang untuk Pemula: Hanya 2 Bulan Bisa Panen!
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Jangan Langsung Dibuang! 5 Sampah Dapur Ini Bisa Menyuburkan Tanaman
-
7 Ide Kreatif Sulap Barang Bekas Jadi Pot Tanaman Cantik, Wajib Coba!
-
Membaca dan Melawan Overthinking: Pikiran yang Bikin Khawatir
Artikel Terkait
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit
-
Kenapa Iduladha Identik dengan Kurban? Begini Awal Mula dan Maknanya
-
Pejabat hingga Presiden Harus Ingat! Kurban dari Anggaran Negara Tak Bisa Gantikan Kewajiban Pribadi
Lifestyle
-
Nggak Lagi Ragu Ganti Provider, Saatnya Beralih ke XL yang Terbukti Juara
-
Tidak Semua Bentuk Tubuh Cocok dengan Celana Cutbray, Mitos atau Fakta?
-
5 Eyeliner Pen Terbaik untuk Mata Sipit dan Monolid, Bebas Smudge!
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Auto Pede Pakai Tank Top! 5 Underarm Cream yang Merawat dan Mencerahkan
Terkini
-
Kenapa Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Kita Sering "Mandul" di Luar Negeri?
-
Review Film Motor City: Sengaja Mengorbankan Cerita demi Gaya
-
Aragon Menanti Marc Marquez: Mampukah Sang Raja Kembali Berjaya?
-
Anime Kagurabachi Tambah 2 Seiyuu Jelang Tayang April 2027, Ini Karakternya
-
Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa