Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna menembus cetakan ke-100 sejak dirilis pada 2025. Novel tersebut telah dibaca lebih dari 230 ribu pembaca dan kini hadir dalam edisi bahasa Jepang, menandai perluasan pasar internasional bagi karya tersebut.
Pencapaian itu dirayakan dalam acara syukuran yang digelar di Gramedia Jalma, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Brian Khrisna menyampaikan apresiasinya kepada para pe
"Ini adalah titik dimana saya ingin mengucapkan terima kasih, terlebih kepada teman-teman yang masih antusias udah bertahun-tahun, bukunya udah jalan 1 tahun lebih dan di cetakan ke 100 ini mereka masih tetap mau membeli," tutur Brian hangat.
Tak hanya itu, dalam acara syukuran, Brian juga memanjatkan doa tulus dan nasihat kepada para penikmat tulisannya.
"Semoga rezekinya balik ke teman-teman dalam kesehatan yang baik, orang tuanya sehat terus. Setiap hal yang baik mungkin itu gak akan menjamin kamu akan diperlakukan baik juga oleh orang lain, tapi saya yakin 100 persen ketika kamu berlaku baik, rezekimu akan datang dari teman-teman yang baik juga, Amin."
Sebagai bentuk dedikasi kepada ratusan ribu pembacanya, edisi cetakan ke-100 ini membawa sebuah kejutan manis berupa bab tambahan (extra chapter). Bab ini dipastikan akan menjawab rasa penasaran para penggemar setia mengenai akhir perjalanan emosional sang karakter utama, Ale.
"Hanya di extra chapter ini untuk pertama kalinya ada makan mie ayam. Dan untuk pertama kalinya dia juga makan mie ayam sama seseorang yang tanpa disadari dia adalah orang yang paling berpengaruh untuk penyembuhan Ale," ungkap Brian.
Lompatan Kreatif dari Kreator Jadi Aktor
Menariknya, Novel ini sedang dalam proses adaptasi yang akan menyuguhkan pembaca setia Brian dalam visual yang nyata di layar lebar. Proyek film ini tidak hanya memikat para aktor senior, tetapi juga memicu antusiasme para kreator konten digital. Jajaran pemain film ini turut diwarnai oleh kehadiran Kevin Milenio, Fira Maringka, dan Femi Maringka—kreator digital yang lebih akrab dikenal oleh netizen sebagai "Trio Reog".
Keterlibatan mereka dalam satu proyek film ini menjadi bukti bagaimana ekosistem industri hiburan hari ini semakin cair. Sebuah karya buku yang kuat terbukti mampu menggerakkan kolaborasi lintas media, memberikan ruang bagi talenta digital untuk tampil di ranah akting profesional.
Alih-alih sekadar menunggu tawaran, Kevin, Fira, dan Femi memilih untuk bergerak proaktif karena terpincut dengan kedalaman cerita yang ditulis oleh Brian Khrisna tersebut.
"Sejujurnya kami jemput bola. Jadi kami tertarik dengan projek ini, akhirnya dicasting dan Puji Tuhan di sini ada aku, Fira, Femi juga, kita bisa ikut dalam projek film," ungkap Kevin Milenio dalam acara syukuran di Gramedia Jalma.
Dengan kesuksesan novel yang terus meluas ditambah proses adaptasi film layar lebar yang sedang berjalan di tahun 2026 ini, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati membuktikan dirinya bukan sekadar tren sesaat. Karya ini telah menjelma menjadi sebuah fenomena kultural yang sukses membangun kedekatan emosional yang sangat erat dengan pembacanya.
Baca Juga
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Dear Tante: Saat Sosok "Aunty" Hadir Menjadi Support System Hangat bagi Ibu Baru
-
Fenomena 'Digital to Reality': Mengapa Interaksi Online Jadi Kunci Konser Artis Mancanegara?
Artikel Terkait
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam