Bukanlah hal baru lagi untuk penggila olahraga sepakbola. Piala Eropa adalah event sepakbola paling akbar di dunia. Pamornya hanya kalah oleh world cup.
Seperti kita tahu, bahwa peta kekuatan sepakbola dunia berada di benua Eropa, tanpa melupakan bakat-bakat luar biasa dari Amerika Selatan.
Perbedaannya adalah bahwa di Eropa, pengelolaan bidang olah raga sudah berada di level yang berbeda. Termasuk apabila di bandingkan dengan negara2 latin.
Karenanya, ini adalah event yang sangat sangat wajib anda ikuti. 24 Tim akan bertanding mati-matian untuk merebut gelar juara. Event yang diadakan setiap 4 tahun sekali ini akan menjadi ajang unjuk gigi bagi tim terbaik di Eropa.
Piala Eropa kali ini cukup unit dan berbeda dari turnamen serupa sebelumnya. Pada kali ini 12 negara akan menjadi tuan rumah penyelenggara. Tidak seperti biasanya yang hanya di selenggarakan oleh 1 negara saja.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech
-
QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta
-
Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?
-
Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!
-
Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Merayakan Rindu dan Kegelisahan lewat Puisi di Buku Kidung Para Pencari
-
Proteksi Double! 4 Sunscreen Lokal PDRN Ini Bikin Wajah Awet Muda dan Sehat
-
Sukses Gelar Konser Solo di Seoul, Onew SHINee Umumkan Comeback Album Baru
-
Mary and The Witch's Flower: Kita Tak Butuh Sihir untuk Menjadi Istimewa
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?