Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) menyelenggarakan kegiatan tanam mangrove (bakau) di pesisir Pantai Mangunharjo, Mangkang Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 22 Desember 2019. KOPHI Jateng menamai kegiatan ini dengan nama Ta Arove alias “Tanam Mangrove”.
Tanam mangrove ini baru pertama kali diadakan oleh KOPHI Jateng. Namun kegiatan ini sebagai awal bagi mereka, kedepannya akan ada kegiatan yang berkesinambungan seperti perawatan dan evaluasinya seperti apa, hasil dari penanaman tersebut. Tujuan dari penanaman ini adalah agar masyarakat dan komunitas lain bahwa tidak hanya penanaman saja tapi ada tindak lanjutnya, sehingga mengetahui hasil dari penanaman mangrove tersebut.
Kegiatan penanaman mangrove ini bekerja sama dengan PT Djarum dalam pengadaan 2.500 bibit mangrove. Selain itu juga bekerja sama dengan Dompet Duafa, Kopi Joss, dan Sonora. Dalam praktiknya mereka juga dibantu oleh para pegiat mangrove dari desa Mangunharjo tersebut untuk Bersama menanam bibit mangrove di pesisir pantai.
Menjadi inovasi baru kegiatan penanaman mangrove ini juga diselipkan materi pengelolaan sampah yang memang menjadi arah gerak KOPHI Jateng ini. Muncul dari kesadaran akan isu-isu lingkungan yang sedang muncul, penanaman mangrove menjadi salah satu upaya KOPHI Jateng untuk mengatasi isu lingkungan tersebut.
Tidak hanya dibuka untuk mahasiswa saja, tapi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dapat ikut sebagai peserta. “Tanam mangrove ini merupakan ide baru yang KOPHI Jateng coba terapkan dengan teknis yang sederhana dan target peserta tidak muluk-muluk, tapi alhamdulillah antusiasme peserta bisa mencapai 50 orang,” terang Iqbal ketua umum KOPHI Jateng (22/12).
Ketua KOPHI berharap kedepannya penanaman pohon ini akan ada jilid 2-nya sebagai monitoring. Dengan harapan tidak hanya panitia saja, tapi peserta yang kali ini ikut dapat turut serta di kegiatan monitoring. Jadi tidak hanya anggota KOPHI Jateng saja, tapi teman-teman yang ikut bisa senang melihat pohon bakau yang ditanam dapat tumbuh itu merupakan sebuah kemenangan kecil bagi diri kita sendiri.
“Kalau belum ada kepedulian lingkungan, setidaknya cintai diri kita sendiri. Kita yang memakai, kita yang juga yang harus sadar. Ketika kita memakai plastik, ya bagaimana tanggungjawab kita terhadap plastik itu. Kalau perlu mengulangi dari mulai diri sendiri, karna yang namanya dari diri sendiri bisa menularkan kepada orang lain secara masif. Ibaratnya leading by example,” ajak ketua KOPHI Jateng terkait pelestarian lingkungan (22/12).
Oleh: Nur Hanikmah / Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Pesangon dan THR Tertahan, Mantan Buruh Sritex Demo Pengadilan
-
Tanggul Sungai Bremi Jebol, 300 KK di Pekalongan Terdampak Banjir
-
Tuntas! Warga dan Relawan Sukses Hijaukan Ratusan Hektare Lahan di Sekitar Sungai Bodri
-
Menjaga Pesisir Sumbawa Melalui Ekowisata Mangrove Nanga Sira Desa Penyaring
-
Gotong Royong Benahi DAS Bodri, Mengubah Tantangan Lingkungan Menjadi Peluang Keberlanjutan
News
-
Menolak Jadi Disposable Society: Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Membuang Sampah
-
Pilkada via DPRD : Efisiensi Anggaran atau Kemunduran Demokrasi?
-
Bangsal Lantai 3
-
Daftar Harga Mobil Hyundai, Mobil Keluarga yang Efisien, Modern dan Sporty
-
Fenomena Trust Issue Gen Z: Mengapa Mereka Tak Lagi Percaya Institusi Formal?
Terkini
-
Broken Strings, Menyelami Luka Lama dan Keberpihakan Pada Korban
-
Mencari Jati Diri di Era Digital: Mengapa Gen Z Terjebak dalam Cermin Palsu Media Sosial?
-
4 Drama Baru Sambut 2026, Dibintangi Lu Yuxiao hingga Zhao Liying
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Beberapa Nama Ini Berpeluang Comeback!
-
Laptop Pelajar Januari 2026: Mulai 2 Jutaan, Mana yang Paling Worth It?