Salah satu Universitas di Amerika Serikat, John Hopkins University, membuat suatu peta untuk memantau perkembangan statistik coronavirus. Peta tersebut selalu update secara berkala terkait persebaran wabah coronavirus di dunia.
Nama peta ini adalah Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dibentuk oleh Pusat Sains dan Teknik Sistem John Hopkins University. Peta ini dibangun dan secara berkala diperbarui statistik untuk melacak penyebaran wabah coronavirus di seluruh dunia.
Lauren Gardner, seorang profesor teknik sipil dan co-direktur CSSE, mempelopori upaya peluncuran situs web pemetaan pada hari Rabu (22/1/2020). Situs ini menampilkan statistik tentang kematian dan kasus yang dikonfirmasi dari coronavirusdi seluruh. Pengunjung dapat mengunduh data secara gratis.
Peta yang terlihat berisi data wilayah yang terdampak, total orang yang terdampak, total orang yang sembuh, dan total orang yang meninggal akibat corona.
"Kami membangun dasbor ini karena kami pikir penting bagi publik untuk memiliki pemahaman tentang situasi wabah karena terungkap dengan sumber data yang transparan," kata Gardner pada siaran pers yang dirilis oleh John Hopkins University.
"Untuk komunitas riset, data ini akan menjadi lebih berharga karena kami terus mengumpulkannya dari waktu ke waktu," lanjut Gardner.
Peta tersebut dapat diakses pada laman berikut:
Statistik yang ditampilkan dikumpulkan dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Komisi Kesehatan Nasional Republik Rakyat Tiongkok dan Dingxiangyuan, serta situs jejaring sosial para profesional kesehatan.
Gardner mengatakan "data kasus tingkat lokal" dari Dingxiangyuan, laporan media, dan CDC lokal "dapat memberikan penilaian wabah yang lebih tepat waktu, dibandingkan dengan organisasi pelaporan tingkat nasional, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memfilter."
Situs web ini menyediakan tautan ke Google Sheet yang dapat diunduh dan berisi informasi tentang kasus yang dikonfirmasi dan dugaan di lebih dari 30 lokasi Cina serta negara-negara yang terkena dampak corona lainnya.
Baca Juga
-
8 Cara Menghilangkan Bau Mulut, Jangan Makan Permen!
-
5 Cara Screenshoot di Laptop, Bisa Screenrecord Juga
-
Daftar 5 Film Horor yang Pernah Masuk Nominasi Best Picture Oscar
-
Sukses dengan Part 1 dan 2, A Quiet Place Part 3 Akan Hadir 31 Maret 2023
-
Fitur Baru Business Suite: Penjadwalan Story Instagram dan Facebook
Artikel Terkait
-
Pengakuan Penjual Masker: Biasa Rp 20 Ribu Sekotak, Kini Jadi Rp 250 Ribu
-
Virus Corona Masuk Indonesia, PBSI Siapkan Langkah Pencegahan
-
Diduga Corona, TKW Malaysia Asal Sukabumi Terkena Pneumonia
-
Pegawai BUMN Meninggal, Dinkes Cianjur: Belum Dipastikan Positif Corona
-
Warga Bekasi Suspec Virus Corona Meninggal saat ke Cianjur
News
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
Terkini
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut