Sebagian besar dari kita pasti pernah pose bertopang dagu. Entah saat foto atau saat mendengarkan guru mengajar.
Kebiasaan seperti ini mungkin terdengar remeh. Namun terkadang kita luput dari kebiasan-kebiasaan yang ternyata dapat mengotori diri.
Seberapa sering Anda bertopang dagu dengan meletakan tangan di wajah? Setiap kali hal itu dilakukan, kotoran dari tangan dapat berpindah ke wajah Anda. Membuat wajah Anda menjadi kotor dan dapat menimbulkan bakteri di wajah.
Terlebih lagi bagi Anda yang sedang berjerawat atau memiliki kulit sensitif. Pose bertopang dagu sangat tidak dianjurkan untuk Anda.
"Jangan meletakkan wajah Anda di tangan Anda. Ini akan memindahkan kotoran, serta meregangkan kulit," jelas Dr. Neal Schultz, dokter kulit asal New York.
Dr. Neal pun mengatakan bahwa meletakan tangan di wajah dapat memperparah jerawat Anda. "Lebih penting lagi, setiap sentuhan berulang secara langsung dapat berkontribusi pada penyumbatan jerawat dengan mendorong minyak, kotoran, dan sel-sel mati ke dalam pori-pori."
Ini adalah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan, jadi mulailah mencoba untuk memperhatikan seberapa sering Anda bertopang dagu. Kemudian fokuskan untuk menemukan berbagai cara lain agar wajah Anda tetap bersih.
Baca Juga
-
8 Cara Menghilangkan Bau Mulut, Jangan Makan Permen!
-
5 Cara Screenshoot di Laptop, Bisa Screenrecord Juga
-
Daftar 5 Film Horor yang Pernah Masuk Nominasi Best Picture Oscar
-
Sukses dengan Part 1 dan 2, A Quiet Place Part 3 Akan Hadir 31 Maret 2023
-
Fitur Baru Business Suite: Penjadwalan Story Instagram dan Facebook
Artikel Terkait
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online
-
Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini 6 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
News
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
-
Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern
-
Desa Les Buleleng: Saat Tradisi Garam Kuno Berpadu dengan Inovasi Modern
Terkini
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Jeongyeon TWICE Keluar JYP Entertainment, Tulis Surat Hangat untuk Fans
-
Keinginan Remaja vs Orang Tua dalam How Could You Do This to Me, Mum?