PMI Kabupaten Malang bersama Kepala Desa Pandesari H.Mudawam dan Mahasiswa UMM mengajak masyarakat untuk mendonorkan darah di Kantor Desa Pandesari yang dilakukan secara rutin dalam jangka waktu 3 bulan sekali. Namun dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan sosial ini tidak dapat dilakukan karena adanya pandemi. Sehingga kegiatan ini merupakan kegiatan donor darah pertama di masa new normal. Dengan menerapkan protokol kesehatan, pihak PMI maupun desa yakin bahwa kegiatan donor darah ini aman untuk dilakukan.
Kegiatan donor darah dimulai pukul 09.30 WIB, masyarakat yang ingin berpartisipasi mulai berdatangan di kantor desa. Terdapat tiga titik pengecekan. Titik pertama terdapat Lima (5) mahasiswa UMM yang sedang melakukan pengabdian masyarakat di Pandesari turut membantu dalam proses pemberian handsinitizer, pengecekan suhu tubuh, pendaftaran dan pengisian formulir pendonor, serta memastikan bahwa pendonor tidak sedang/dalam pengaruh obat - obatan. Titik kedua terdapat Bapak Risyad Jauhari selaku pihak PMI Kabupaten Malang dan Iin Marisa selaku petugas dari Puskesmas Desa Pandesari yang bertugas melakukan pengecekan tekanan darah dan hemoglobin. Dan terakhir pada titik ketiga terdapat bapak Joko Siswandono yang bertugas untuk melakukan proses pengecekan validitas formulir pendonor dan melakukan proses donor darah.
“Setelah adanya pandemi Stok darah di PMI Kabupaten Malang menurun hinga 75%, di mana pada bulan sebelumnya target darah yang dikumpulkan sebanyak 3000 kantong/ bulan, namun selama pandemic kantong darah yang terkumpul hanya mencapai 700 kantong”. Ujar Risyad. Di masa New Normal membawa dampak yang cukup berarti bagi PMI, “terhitung 19 Agustus 2020 stok darah di PMI Kabupaten Malang berjumlah 1100 kantong, meski jumlah kantong darah yang terkumpul jauh dari target, namun jumlah yang ada saat ini sudah cukup berarti”. Tambah Risyad
Joko Siswandono juga mengatakan bahwa terdapat beberapa tambahan kriteria pendonor yang tidak dapat melakukan donor darah yaitu pendonor yang baru melakukan rapid test tidak diperkenankan hingga 14 hari setelah rapid test. Hal ini mengacu pada ketentuan baru yang ada di PMI dengan alasan bahwa menghindari resiko dengan calon pendonor meskipun hasil rapid test menunjukkan hasil non reaktif. Hal ini terjadi pada seluruh anggota kelompok pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UMM yang tidak dapat melakukan donor darah karena baru melakukan rapid
“Antusiasme masyarakat pandesari dalam melakukan donor darah sebenarnya cukup tinggi, namun pada masa pandemi jumlah pendonor menurun hingga 40%, di mana pada masa sebelum pandemi jumlah pendonor lebih dari 50 pendonor, namun pada hari ini hanya mencapai 30 pendonor”. Ucap Iin
Artikel Terkait
-
NASA Teliti Kawah Baru di Bulan, Punya Titik Dingin Aneh
-
Italia Larang Siswi Pakai Hijab di Sekolah
-
Mendag Klaim MBG Tak Bikin Harga Pangan Naik: Telur Surplus Justru Terserap
-
Minyak Dunia Turun Meski Timur Tengah Memanas, Pasokan Saudi Jadi Penahan
-
Amanda Rigby Lulusan Mana? Intip Pendidikan Istri Andre Taulany
News
-
Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya
-
Bantuan IPB University dan ARM HA-IPB Tiba di Labuan Bajo, Ribuan Paket Pangan Siap Disalurkan
-
FESTVENT VOL.3 2026 Hadir Kembali, Usung Tema 'Own the Street, Own the Game'
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
Terkini
-
Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982: Potret Sunyi Perempuan dalam Belenggu Patriarki
-
Franchise Sgt. Frog Rilis Anime TV Baru Oktober 2026, Hadirkan Seiyu Baru
-
Review Call My Agent! The Movie: Nostalgia Satir Industri Perfilman Prancis
-
Petualangan Ajaib Bersama Gurita dalam The Octopus Karya Guojing
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman