Mewabahnya pandemi Covid-19, membuat sebagian besar masyarakat mencari alternatif kesehatan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tahan tubuhnya, salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal. Atas dasar itu, kelima mahasiswa UMM yakni Robi Juniarta, Yuni Widarsih, Nindha Septa Sari, Kelvin Aditya Atmandira, dan Risky Anugrah yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Desa Tanggung melaksanakan sosialisasi tentang pembuatan minuman herbal di Balai Desa Tanggung pada Hari Jum’at (25/09/2020).
Sosialisasi pembuatan minuman herbal ini masuk ke dalam Program Kerja PMM. Mengingat sejak Pandemi Covid-19 saat ini, rempah-rempah menjadi laris dan diburu masyarakat. Banyak yang percaya bahwa rempah-rempah dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan Presiden Joko Widodo pun menghimbau kepada masyarakat untuk meminum minuman herbal atau jamu untuk menangkal virus corona.
“Menurut saya, sosialisasi ini penting karena dikondisi seperti ini kita harus menjaga imun tubuh kita agar tetap fit, salah satunya dengan minum minuman herbal. Apalagi di era new normal seperti ini, masyarakat harus terjaga daya tahan tubuhnya karena sudah beraktivitas seperti biasa.”ujar Robi Juniarta selaku Koordinator PMM Desa Tanggung.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh sekitar 20 peserta yang berasal dari gabungan ibu-ibu PKK Desa Tanggung. Adapun minuman herbal yang disosialisasikan yaitu asam rempah, adas, dan secang.
Bahan untuk pembuatan minuman herbal terdiri dari lemon, madu, kapulaga, pekak, cengkeh, adas, pulowaras, bunga bentayang, dan secang. Bahan-bahan tersebut juga sangat mudah didapatkan.
Tak hanya menjelaskan tentang cara pembuatan minuman herbal, tetapi juga proses packaging agar menambah nilai jual jika dipasarkan. Packaging minuman herbal tersebut, dibuat kekinian agar lebih menarik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat selalu menjaga sistem kekebalan tubuhnya di masa pandemi Covid-19 dengan mengkonsumsi minuman herbal.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khusunya untuk ibu-ibu. Ibu-ibu itu sangat berperan sekali dalam keluarga. Dengan adanya kegiatan ini bisa digunakan untuk kepentingan keluarga. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pengalaman ibu-ibu untuk kegiatan PKK khusunya dan bisa ditularkan ke masyarakat sekitar.”ujar Ibu Sri salah satu anggota PKK.
Artikel Terkait
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
News
-
Di Balik Gerakan Tanpa Kata, Bagaimana Pantomim Jadi Ruang Memulihkan Diri?
-
Di Balik Jendela TransJakarta: Ada Cerita Perjuangan yang Sering Kita Lewatkan
-
Paradoks Transportasi Jakarta: Penumpang Naik Pesat, Kenapa Macet Makin Parah?
-
In This Economy: Gengsi Nggak Bisa Bayarin Bensin, Naik Transum Is The New Flex!
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
Terkini
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?
-
Leave No One Behind Membawa Napas Baru Lewat Aksi Bertema Perdagangan Orang
-
Samakdo: Film Horor Korea Selatan Terbaik dengan Misteri Sekte yang Sesat!