Mencari buku anak yang menggambarkan kehidupan Muslim dengan cara yang hangat dan menyentuh? Di tengah banyaknya pilihan buku anak, beberapa judul menonjol karena tak hanya menghibur, tapi juga memperkenalkan identitas, budaya, dan nilai-nilai Islam dengan cara yang lembut dan penuh makna.
Melalui artikel ini, saya ingin merekomendasikan tiga buku anak yang cocok dibacakan ketika di kelas, saat santai, atau sebelum tidur.
1. The Proudest Blue
The Proudest Blue bercerita tentang dua saudari, Asiya dan Faizah, pada hari pertama sekolah. Hari itu juga pertama kali Asiya menggunakan hijab ke sekolah.
Bagi Faizah, hijab biru kakaknya, Asiya tampak seperti lautan yang cerah namun kuat. Tapi, Asiya tidak mendapatkan respon baik dari orang-orang di sekolah. Ada anak-anak yang mengolok-olok dan mempertanyakan hijab Asiya.
Faizah melihatnya semua, dan belajar bagaimana keberanian dan keyakinan bisa menjadi pelindung terkuat.
Buku ini luar biasa dalam menampilkan kebanggaan atas identitas Muslim tanpa terdengar menggurui. Narasinya halus, puitis, dan kuat.
Warna biru yang mendominasi di setiap halaman memberikan kesan nyaman dan damai. Hal ini sejalan dengan makna hijab yang ingin disampaikan.
Kisah ini juga ditulis oleh Ibtihaj Muhammad, sebuah pesan kuat bagi anak-anak tentang representasi dan keberanian menjadi diri sendiri.
2. Golden Domes and Silver Lanterns: A Muslim Book of Colors
Dalam buku bergambar ini, anak-anak diajak mengenal warna-warna melalui objek dan simbol yang berkaitan dengan kehidupan Muslim.
Misalnya, warna merah pada sajadah, emas pada kubah masjid, atau putih pada baju shalat. Setiap halaman menyatukan warna dengan elemen budaya dan keagamaan dalam cara yang sederhana dan penuh makna.
Salah satu keunikan buku ini adalah kemampuannya mengenalkan nilai dan budaya Islam lewat cara yang sangat visual dan ramah anak.
Ilustrasi yang sangat detail dan warna-warna yang cantik membuat anak-anak lebih tertarik untuk belajar. Bagi anak Muslim, buku ini seperti memberikan rasa kedekatan terhadap islam.
Bagi anak non-Muslim, ini adalah jendela untuk memahami dunia yang mungkin berbeda dari mereka, tapi tetap indah dan kaya warna.
3. Mommy’s Khimar
Sorang anak kecil bercerita tentang koleksi khimar milik ibunya, selendang panjang yang digunakan sebagai penutup kepala.
Anak ini suka melihat khimar ibunya. Ia biasanya memainkannya sambil membayangkan jadi ratu, superhero, dan banyak hal lainnya.
Melalui khimar, ia merasakan kehangatan, cinta, dan kedekatan dengan identitas ibunya sebagai seorang Muslimah.
Buku ini begitu manis dan personal. Tidak hanya soal khimar sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai simbol kasih sayang, perlindungan, dan ekspresi diri.
Anak-anak akan merasa dekat dengan tokoh utama karena pendekatan ceritanya yang imajinatif dan penuh cinta. Ilustrasinya lembut, penuh warna pastel yang menenangkan, dan menggambarkan kehangatan keluarga dengan indah.
Ketiga buku ini bukan hanya memperkenalkan konsep seperti hijab, warna dalam budaya Islam, atau ibadah, tapi juga membentuk rasa bangga akan identitas dan kehangatan keluarga.
Anak-anak memang sangat penting untuk dikenalkan hal-hal seperti ini, dan buku-buku ini menjadi salah satu caranya. Dengan begitu, rasa empati dan hormat bisa terbangun sejak dini.
Entah kamu orang tua Muslim yang ingin memperkuat identitas anak, atau hanya ingin mengenalkan dunia yang lebih luas dan inklusif, ketiga buku ini adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
-
Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa
-
How a Bear Became a Book, Mengintip Rahasia di Balik Winnie-the-Pooh
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Satu Kelas: Dilema Ketika Sekelas dengan Mantan dan Gebetan
-
Ulasan Novel Overruled: Ambisi Dua Pengacara dalam Memperebutkan Kemenangan
-
Buku Jingwei Menimbuni Lautan: Reinkarnasi Tragis dalam Mitologi Tiongkok
-
Ulasan Novel Api Jihad di Tanah Suriah: Jalan Tobat Mantan Tentara ISIS
-
Ulasan Buku Hello Stress: Cara Sederhana Kenali dan Atasi Gangguan Stres
Ulasan
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
-
Ulasan Sweet Munchies: Cinta Segitiga yang Berawal dari Dapur Restoran
-
Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma
Terkini
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca
-
Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'
-
4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif
-
Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas