Vaksin berfungsi untuk memicu pembentukan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh terhadap virus. Diketahui saat ini Bio Farma tengah menyiapkan vaksin COVID-19 sebanyak 13 juta dosis yang diperkirakan akan selesai diproduksi pada bulan Maret mendatang. Sejumlah 13 juta dosis vaksin COVID-19 ini nantinya akan disistribusikan segera untuk program vaksinasi yang sedang berjalan. Sebelum beredar tentunya akan melalui tahap uji mutu oleh Bio Farma dan BPOM RI hingga memenuhi syarat untuk digunakan.
Hingga 2 Februari 2021, Indonesia telah menerima bahan baku vaksin COVID-19 total sebanyak 25 dosis dari Sinovac untuk diproduksi sebagai vaksin jadi. Menurut Bambang Heriyanto yakni juru bicara vaksin COVID-19 Bio Farma yang disampaikan pada acara Tok Tok Kominfo pada tanggal 11 Februari 2021, beliau mengatakan bahwa sebelum layak edar, vaksin COVID-19 perlu melalui tahap uji klinis hingga benar-benar layak didistribusikan dan harus mendapat ijin dari BPOM.
Proses pengembangan vaksin COVID-19 ini dilaksanakan dengan ketat dari awal hingga dengan produksi, izin edar, distribusi, sampai pelaksanaan vaksinasi sehingga terjamin keamanan dan efektifitasnya. Secara umum, vaksin memiliki 4 kandungan yaitu antigen, adjuvant, pengawet, dan stabilisator.
Berbeda sedikit dengan vaksin COVID-19, kandungan di dalam vaksin COVID-19 yakni berisi virus yang telah dimatikan atau antigen virus, adjuvant yang berfungsi untuk merangsang antibodi di dalam tubuh, stabilitator atau buffer yang berfungsi menjaga kestabilan vaksin, dan NaCl yang berfungsi sebagai larutan isotonis. Vaksin COVID-19 tidak mengandung pengawet. Menurut Bambang Heriyanto, vaksin COVID-19 tidak mengandung pengawet, karena dalam proses produksinya melalui proses dengan kualitas yang bagus sehingga dapat menjamin mutu vaksin.
Bio Farma juga menyiapkan sistem pelacakan untuk distribusi vaksin COVID-19. Bio Farma menyediakan sistem berbentuk barcode baik di vial maupun pada kotak dusnya, sehingga dapat melacak keberadaan vaksin maupun mutunya secara digital. Selain itu, barcode yang ada di vial juga digunakan untuk memastikan keaslian vaksin. Upaya ini dilakukan agar kualitas vaksin tetap terjamin hingga ke tangan penerimanya.
Vaksin COVID-19 dari Sinovac ini akan didistribusikan dengan kendaraan berpendingin dan harus dijaga temperaturnya antara 2-8 derajat Celcius untuk menjaga kualitasnya. Bio Farma juga akan terus memantau keadaan dan lokasi vaksin COVID-19 ini saat pendistribusian. Tentunya TNI-POLRI juga akan bekerja sama untuk membantu keamanan pendistribusian vaksin COVID-19.
Mari tetap dukung program vaksinasi COVID-19 dengan selalu menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun) secara disiplin. Sebarkan informasi dan edukasi tentang vaksin COVID-19 dengan benar. Bertahan dengan hidup sehat, selalu menjaga kebersihan, dan selalu disiplin menjaga protokol kesehatan. Mari berjuang bersama melawan COVID-19 jaga diri kita dan keluarga, siap divaksin saat giliran kita tiba.
Baca Juga
-
5 Cara Sederhana Ini Akan Membantumu Menikmati Hidup, Berpikirlah Logis dan Realistis!
-
7 Tanda Kamu Termasuk Perempuan yang Berkualitas, Apa Saja?
-
Jangan Nikah Dulu Sebelum Diskusikan 5 Hal ini dengan Pasanganmu!
-
Kenali 7 Tanda Laki-Laki yang Beneran Menyayangimu! Jangan Sia-siakan Dia!
-
Gugup Saat Diminta Berbicara? 4 Tips Ini akan Membantumu Mengatasinya
Artikel Terkait
News
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
Terkini
-
Kreator Go For It Nakamura-kun! Hapus Akun X Usai Hadapi Dugaan Pelecehan
-
Daftar Lengkap Artis K-Pop yang Masuk Nominasi American Music Awards 2026
-
Cha Seung Won dan Kim Do Hoon Siap Bintangi Retired Agent + Management Team
-
Gig Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis