Negative thinking yang sehat atau healthy negativity merupakan istilah yang menggambarkan kemampuan diri untuk merespon dan menanggapi aspek negatif yang dirasakan dengan sehat. Menurut para ahli di bidang ilmu psikologi, healthy negativity ini merupakan kemampuan seseorang untuk merespon emosi negatif yang dialaminya dengan cara-cara yang tepat. Contohnya gimana sih negative thinking yang sehat itu?
Misalnya saat kita sedang berpikir:
“Hidup ini kok nggak adil banget sih! Tapi emang hidup nggak mudah sih, butuh usaha dan kerja keras!”
“Duh, aku pasti gagal ini! Tapi nggak ada salahnya kan untuk mencobanya kali ini”
“Aduh nggak sesuai rencana jadi berantakan gini, tapi ya sudah yang terjadi memang telah terjadi. Sekarang waktunya menyusun rencana hidup yang baru!”
“Aduh gimana ya kalau hasil ujianku buruk? Tapi aku akan berusaha belajar sekarang, setidaknya aku berusaha untuk bisa mendapatkan nilai yang baik!”
Nah, seperti itulah beberapa contoh bentuk yang dapat dikategorikan berpikir negatif yang sehat. Ketika pikiran negatif muncul tapi juga diikuti dengan jalan pemecahan yang bisa kamu lakukan. Sehingga pikiran negatif yang kamu miliki tidak berakhir menjadi overthinking yang berujung membuat kita stres pada akhirnya.
Emosi negatif wajar untuk dialami oleh semua orang seperti emosi sedih, kecewa, dan marah merupakan emosi yang normal dialami oleh siapapun. Selain itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa tidak semua emosi negatif adalah buruk, emosi berguna untuk seseorang dalam memahami peristiwa yang sedang terjadi dan dialaminya. Sehingga, apabila kita dapat memahami emosi yang sedang kita rasakan, hal tersebut akan membantu kita untuk menentukan tindakan yang dapat kita lakukan untuk menghadapi suatu situasi yang terjadi.
Healthy negativity ini bisa menjadi langkah sehat untuk diri kita dalam mengakui kekurangan yang ada dalam diri sendiri, bukan menutup-nutupinya atau berusaha menyangkalnya yang justru dapat menimbulkan beban. Emosi negatif yang sering ada namun justru selalu dihindari dan disangkal serta tidak dikelola dengan baik, maka emosi negatif tersebut akan terus menumpuk dan semakin besar sehingga akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan mental.
Perlu diingat juga, bahwa dengan healthy negativity bukan berarti kita dapat menilai diri kita sendiri sebagai orang yang buruk atau negatif, melainkan agar kita dapat menerima sisi dari diri sendiri yang dianggap buruk atau negatif dan berusaha untuk mengubah hal-hal yang bisa diubah. Dengan menanamkan mindset atau pola pikir ini, perasaan yang kita miliki atau emosi negatif yang kita rasakan tidak akan menjadi seburuk sebelumnya, karena perasaan negatif yang kita miliki sudah dapat tervalidasikan dengan cara yang tepat dan sehat. Kita tidak boleh terlalu berlarut-larut dalam pikiran negatif, mengendalikan pikiran negatif sangat penting bagi kesehatan mental kita.
Terkadang yang membuat perasaan dan pikiran kita menjadi negatif karena kita sering menyangkal fakta tentang diri kita yang tidak kita suka atau kita sering menilai diri sendiri sebagai seseorang yang buruk sehingga menjadi putus asa dan menolak untuk dapat berubah menjadi lebih baik.
Tentu saja menerapkan pola pikir baru tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Kita dapat selalu mengusahakan hal-hal terbaik untuk diri kita. Mari mencintai diri kita, sehingga pikiran, perasaan dan fisik kita dapat lebih sehat. Semoga sedikit ulasan tentang healthy negativity ini dapat membantu mengubah mindset kita tentang perasaan dan pikiran negatif yang kita miliki sebelumnya.
Baca Juga
-
5 Cara Sederhana Ini Akan Membantumu Menikmati Hidup, Berpikirlah Logis dan Realistis!
-
7 Tanda Kamu Termasuk Perempuan yang Berkualitas, Apa Saja?
-
Jangan Nikah Dulu Sebelum Diskusikan 5 Hal ini dengan Pasanganmu!
-
Kenali 7 Tanda Laki-Laki yang Beneran Menyayangimu! Jangan Sia-siakan Dia!
-
Gugup Saat Diminta Berbicara? 4 Tips Ini akan Membantumu Mengatasinya
Artikel Terkait
-
4 Cara Menghilangkan Pikiran Buruk, Salah Satunya Tidur Nyenyak!
-
3 Saran dari Psikolog untuk Kamu yang Kerap Berpikiran Negatif!
-
Sering Muncul Pemikiran yang Tak Diinginkan? Coba Kurangi dengan Tidur
-
Caramu Memandang Hidup Bisa Tercermin Lewat Tes Kepribadian Berikut
-
Studi: Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
News
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
-
Cegah Pelecehan Siber Berkedok Candaan, Dosen Unpam Bekali Siswa SMK Telkom "Red Flag Detector"
-
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Taksi Tanpa Sopir Asal China Kini Siap Kuasai Jalanan
-
Atasi Masalah Ini, Mahasiswa KKN Alternatif 104 UAD Sukseskan Program Bank Sampah di Sorosutan
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
Terkini
-
Syarat Maksimal, Gaji Minimal: Standar Tak Masuk Akal dalam Lowongan Kerja
-
Review Petaka Gunung Welirang: Saat Mitos Lokal Berhasil Digali dengan Apik
-
RAM 24 GB, Kamera OIS, Baterai 8000 mAh! Ini HP Realme Terbaik
-
Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa
-
Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?