Pernahkah kamu membayangkan bahwa di balik kehidupan modern yang kita jalani saat ini, ada kelompok yang terus berjuang dalam sunyi untuk melindungi manusia dari ancaman yang tak kasat mata?
Novel Sang Kawaris karya Poppy D. Chusfani membawa kita menyelami dunia tersebut, menyuguhkan nuansa horor lokal berlatar tanah Sunda yang terasa sangat dekat sekaligus mencekam.
Bagi pembaca yang mungkin belum familiar dengan mitologi atau tradisi Sunda, buku ini menawarkan pintu masuk yang sangat seru dan membuat penasaran.
Sinopsis
Dian menghabiskan masa kuliahnya di perantauan untuk menjauh dari takdir yang dipikulnya sejak lahir. Ia adalah seorang Kawaris, keturunan penjaga yang mengemban tanggung jawab turun-temurun untuk mengurung Bangkawarah, makhluk gaib jahat yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa.
Meski memiliki kemampuan khusus, Dian memilih untuk memendam jati dirinya. Ia ingin hidup sebagai mahasiswi biasa tanpa harus berurusan dengan entitas gaib atau ancaman yang mengintai di balik bayang-bayang.
Namun, pelarian itu berakhir saat tiga mahasiswi populer di kampusnya menjebak Dian dalam sebuah keisengan yang berujung malapetaka.
Mereka mengunci Dian di dalam sebuah bangunan tua yang angker tanpa menyadari bahwa tempat itu adalah sarang bagi Bangkawarah.
Di dalam kegelapan bangunan tersebut, Dian tidak hanya disekap, tetapi juga disakiti oleh makhluk yang seharusnya ia jaga atau kurung. Trauma yang dialami Dian memicu dendam, dan dendam seorang Kawaris ternyata memiliki konsekuensi yang mampu membangkitkan kembali kekuatan gelap yang sudah lama tertidur.
Ketiga mahasiswi itu, Erni, Indah, dan Tiara, awalnya merasa perbuatan mereka hanyalah lelucon. Namun, situasi berubah total saat mereka bertemu kembali dengan Dian di acara reuni kampus.
Tak lama setelah pertemuan itu, mimpi buruk menghantui ketiganya secara terus-menerus. Mereka mulai mengalami penglihatan tentang sosok bayangan hitam bertanduk dengan mata merah yang mengejar mereka.
Gangguan tersebut semakin intens hingga mereka tidak lagi mampu membedakan antara realitas dan halusinasi. Puncaknya, Tiara jatuh dalam kondisi kritis di ambang kematian. Dalam kepanikan, Indah dan Erni terpaksa mencari keberadaan Dian untuk meminta maaf sekaligus mencari cara agar teror tersebut berhenti.
Proses pencarian ini membuka kotak pandora yang selama ini mereka sembunyikan. Hubungan pertemanan mereka yang sebenarnya beracun terungkap, begitu pula dengan rahasia kelam dari keluarga masing-masing yang selama ini terkubur rapat.
Narasi novel ini kemudian menelusuri masa lalu Dian dan kembarannya, Tami, serta perjalanan panjang mereka dalam menerima status sebagai Kawaris.
Di sinilah mitologi Sunda digali lebih dalam, memberikan konteks mengenai siapa itu Bangkawarah, bagaimana posisi para Lelembut dalam hierarki makhluk gaib, serta peran Puragabaya sebagai mitra para Kawaris dalam menjaga keseimbangan dunia. Ketika pembalasan dendam yang dilakukan Dian melampaui batas, dendam masa lalu Bangkawarah yang jauh lebih besar pun ikut tersulut.
Aksi para Kawaris dan Puragabaya dalam melacak, menangkap, dan mengurung makhluk gaib menjadi inti ketegangan dalam cerita. Dian harus menghadapi kenyataan bahwa menjadi Kawaris memang takdir, tetapi memikul bebannya adalah pilihan yang harus ia ambil saat nyawa orang-orang di sekitarnya terancam.
Bagian akhir cerita berfokus pada upaya Tami yang berjuang keras untuk menyelamatkan teman-teman Dian dari jeratan kutukan yang sudah di luar kendali. Di dunia modern yang semakin tidak memercayai keberadaan makhluk gaib, para Kawaris tetap menjalankan tugas mereka secara sembunyi-sembunyi.
Mereka bekerja di balik bayang-bayang untuk melindungi manusia dari bahaya yang tidak pernah disadari kehadirannya. Novel ini menyajikan gambaran tentang pertentangan antara kehidupan modern dan warisan budaya yang masih sangat kuat, sekaligus menunjukkan bahwa tindakan manusia di masa kini bisa memengaruhi entitas yang terikat dengan sejarah masa lampau.
Identitas Buku
Judul: Sang Kawaris
Penulis: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 30 Mei 2025
ISBN: 9786020683379
Baca Juga
-
Keluarga Pejabat Mau Berkarier: Antara Hak Individu atau Praktik Nepotisme?
-
Biaya Hajatan Membengkak? Bukan Salah Tamu, tapi Kebocoran di Dapur Rewang
-
Debur Timba dan Rahasia yang Menikam Jiwa
-
Off The Record: Ria SW Ungkap Sisi Lain di Balik Layar Konten Food Vlogger
-
Nelung Dino hingga Nyewu Dino: Beban Finansial yang Tabu Untuk Dibicarakan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu
-
Seni Memahami Kekasih: Potret Hubungan 'Anak Muda Miskin' yang Sangat Relate dengan Kehidupan Nyata
-
Review Jujur The Prodigy: Saat Kejeniusan Berubah Menjadi Senjata Mematikan
-
Review Color Book: Meramu Duka Menjadi Perjalanan Cinta yang Begitu Tulus
-
Ulasan Novel Paranoid, Perjalanan Gabi Dalam Menghadapi Skizofrenia
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?
-
Wajah Lembap dan Sehat! 4 Cleanser Probiotic Jaga Mikrobioma Skin Barrier
-
Kartelisasi Politik dan Urgensi Gerakan Massa Melawan Dominasi Kekuasaan
-
Argentina Lolos Dramatis ke Perempat Final, Messi Raih Player of the Match
-
Made by Google 2026 Akan Digelar Bulan Agustus, Pixel 11 Series Siap Debut?