The Reds Liverpool menuai hasil positif dalam gelaran Liga Champions Eropa match day pertama grup B. Bertanding menjamu tim favorit asal Italia, AC Milan, Mohamed Salah dan kolega mampu mengakhiri perlawanan dengan skor ketat 3-2.
Sejak awal peluit pertandingan dibunyikan, Liverpool yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, The Reds langsung unggul di menit ke 9 setelah defender Milan, Fikayo Tomori, melakukan gol bunuh diri di karena salah dalam mengantisipasi akselerasi Trent Alexandre-Arnold di sisi kiri pertahanan.
Lima menit berselang, Liverpool sejatinya memiliki kesempatan untuk menggandakan kedudukan melalui titik penalti. Namun sayangnya, eksekusi penalti yang dijalankan oleh Mohamed Salah gagal masuk sasaran karena mampu diblok dengan baik oleh kiper AC Milan Mike Maignan, sehingga skor masih tetap 1-0 untuk Liverpool.
Setelah gagal mengkonversi penalti menjadi gol, Liverpool justru harus kebobolan di menit ke-42 melalui Ante Rebic. Dua menit berselang, tepatnya di menit ke-44, Liverpool kembali kebobolan melalui Brahim Diaz yang memanfaatkan bola liar di depan gawang The Reds.
Terus menyerang pertahanan lawan, Liverpool pada akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-49. Seolah menebus kegagalan penalti yang dilakukannya di babak pertama, Mohamed Salah pada akhirnya mencetak gol dan membuat keadaan menjadi imbang 2-2.
Gol kemenangan Liverpool akhirnya tercipta di menit ke-69. Adalah Jordan Henderson yang menjadi aktor di balik gol kemenangan Liverpool dengan sepakan kerasnya dari luar kotak penalti, yang mampu menjebol gawang AC Milan dengan telak.
Gol Henderson ini sekaligus menjadi gol penutup pada laga kedua tim dan mengunci kemenangan 3-2 Liverpool atas AC Milan. Kemenangan ini membawa Liverpool mengoleksi 3 poin dan memuncaki klasemen sementara grup B.
Sementara itu, AC Milan yang menelan kekalahan di laga perdana ini, terpaksa harus puas menghuni dasar klasemen dengan kolekno poin kosong.
Sementara dua tim lainnya yang juga menghuni grup B, Atletico Madrid yang merupakan wakil dari Spanyol dan FC Porto yang menjadi wakil Portugal, berada di peringkat kedua dan ketiga, dengan koleksi masing-masing satu poin, setelah keduanya hanya mampu bermain imbang tanpa gol di markas Atletico, Estadio Metropolitano, Madrid.
Baca Juga
-
Tersingkirnya Prancis dan Penegasan Hakiki Sepak Bola Harus Dimainkan Secara Kolektif
-
Piala Dunia 2026 dan Keberadaan Spanyol yang Kembali Menjadi Cryptonite bagi Superpowernya Prancis
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Tak Ada Tempat bagi Juara Baru di Ujung Gelaran
-
Piala Dunia 2026: Ada 2 Alasan Mengapa Saya Tak Heran Argentina Bisa Lolos ke Babak Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
Artikel Terkait
News
-
Teringat Rekan Kerja Cantik yang Selalu Menunduk: Pahitnya Menjadi Target Catcalling
-
Pemuda Trash Ranger Indonesia sebagai Delegasi Puncak IGYLS 2026
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
Terkini
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
4 Ide OOTD Downtown Chic Style ala Son Na Eun yang Effortless Abis!
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Tekuk Prancis 2-0, Spanyol Bangkit dan Jadi Tim Terkuat Piala Dunia
-
Novel Will's Race for Home: Petualangan Mengharukan Berlatar Oklahoma Land