Laskar Sappe Kerab, Madura United, akhirnya berhasil mendapatkan poin sempurna perdananya di gelaran Liga 1 Indonesia. Setelah tiga pertandingan sebelumnya selalu gagal meraih kemenangan, Slamet Nurcahyo dan kolega pada akhirnya mampu melakukannya di pekan keempat kala berhadapan dengan tim asal Bumi Mataram, PSS Sleman.
Satu gol yang dicetak oleh pemain bertahan asal Brazil, Jaime, melalui tendangan menyusur tanah dari luar petak penalti pada menit ke-59, membuat Madura United untuk kali pertama mencicipi manisnya kemenangan.
Pertandingan yang mempertemukan antara Madura United melawan PSS Sleman ini sendiri berjalan cukup berimbang dan alot. Kedua kesebelasan yang mengandalkan sepak bola menyerang dari sayap, saling berjibaku untuk menciptakan peluang dan saling bersaing untuk menguasai jalannya laga.
Alhasil, dari statistik laga keduanya, penguasaan bola memang relative seimbang, di mana PSS Sleman berhasil menguasai 48% penguasaan bola, sementara Madura United sedikit lebih unggul dengan 52% penguasaan bola.
Namun, untuk peluang dan tembakan ke gawang, Madura United unggul telak dari PSS, di mana mereka mencatatkan 6 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang. Berbanding dengan 2 yang diciptakan oleh PSS Sleman tanpa ada satupun yang mengarah ke gawang.
Pada tiga pertandingan sebelumnya, tim asal Pulau Garam tersebut hanya mampu meraih dua kali hasil imbang dan satu kali kekalahan. Dibuka dengan pertandingan pekan perdana melawan Persikabo 1973, meski mereka sempat unggul di melalui gelandang asal Brazil, Jaja di menit ke-40, namun pada akhirnya berhasil terkejar oleh gol yang dicetak oleh Ahmad Noviandani pada menit ke-67.
Berlanjut pada pertandingan pekan kedua, Madura United kembali hanya mampu meraih hasil imbang ketika berhadapan dengan tim Juku Eja PSM Makassar. Gol Ilham Udin Armaiyn pada menit ke-36, berhasil disamakan oleh Rafael Silva pada babak kedua dan memaksa kedua kesebelasan berbagi hasil imbang 1-1 hingga akhir laga.
Sementara di pekan ketiga, Madura United yang mulai mengusung semangat kebangkitan kala melawan Bhayangkara FC, justru harus terjerembab dalam kekalahan melalui gol tunggal yang dicetak oleh Ezechiel Ndouassel di menit ke-26.
Sebuah hasil yang diluar perkiraan karena secara materi pemain, Madura United bisa dikatakan lebih matang dan merata dibandingkan dengan sang lawan. Dan pekan keempat, menjadi ajang pecah telur bagi Madura United.
Meski mendapatkan perlawanan alot dari PSS Sleman, namun pada akhirnya keberuntungan berpihak kepada mereka, dan membuahkan kemenangan perdana bagi Muhammad Ridho dan kawan-kawan.
Baca Juga
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Gelaran Piala Asia U-17 2026 dan Perjalanan Penuh Keraguan bagi Pasukan Garuda Muda
-
Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Artikel Terkait
News
-
Di Balik Ramainya Takjil Ramadan, Ancaman Sampah Sekali Pakai Meningkat
-
Antisipasi Risiko Fraud, Asosiasi Investigator Internal Resmi Dibentuk
-
Viral Hantaman Helm Oknum Brimob dan Praktik Kekerasan Aparat Yang Mengakar
-
Mudik 2026 Makin Lancar, 6 Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Selama Arus Lebaran!
-
Terjebak Algoritma: Mengapa Internet Hanya Menampilkan yang Kita Suka?
Terkini
-
Novel Kita dan Mereka, Usaha untuk Meruntuhkan Tembok Prasangka
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Dinamika Emosi Remaja dalam Konflik Cinta dan Keluarga pada Novel Rasa