Matchday kedua gelaran Liga Champions Eropa telah menyelesaikan semua laga yang dijadwalkan. Tim-tim kontestan yang berjuang sekuat tenaga, telah menuai hasil laga yang mereka jalani. Kemenangan, seri dan kekalahan, menjadi penghias pertarungan klub terbaik di ajang paling bergengsi antar-klub benua Eropa ini. Namun, dari sekian banyak laga yang telah disajikan, manakah yang menjadi kejutan terbesar di matchday kedua ini?
Induk sepak bola Eropa, UEFA melalui laman mereka, uefa, merilis satu laga yang menjadi kejutan terbesar di matchday kedua gelaran. Jika banyak yang mengira kemenangan telak Liverpool atas tuan rumah Porto, atau dihantamnya Barcelona tiga gol tanpa balas oleh Benfica merupakan kejutan terbesar, ternyata kurang tepat. Pasalnya, UEFA merilis kejutan terbesar itu adalah terjungkalnya raksasa Eropa asal Spanyol, Real Madrid kala melawan tim asal Moldova, Sheriff Tiraspol dengan skor 1-2.
Setidaknya, ada beberapa alasan mengapa laga ini dinobatkan oleh UEFA sebagai kejutan terbesar matchday kedua Liga Champions Eropa. Apa saja itu?
1. Beda kekuatan yang sangat mencolok
Hal pertama yang membuat pertandingan ini menjadi sebuah kejutan besar adalah perbedaan kekuatan yang dimiliki oleh kedua kesebelasan. Ketika Real Madrid dihuni oleh para pemain kelas satu dunia macam Karim Benzema, Eden Hazard, Casemiro atau Tibaut Courtois, di kubu lawan mereka mengandalkan pemain yang masih sangat asing saat namanya terdengar di telinga kita.
2. Beda Sejarah kedua kesebelasan di ajang Liga Champions
Siapa yang meragukan sejarah Real Madrid di ajang Liga Champions Eropa? Dikutip dari laman news24, Real Madrid adalah pemegang juara terbanyak di ajang ini dengan 13 kali rengkuhan gelar. Sementara Sherifff Tiraspol? Masuk ke babak grup Liga Champions Eropa saja sudah merupakan sebuah kebanggaan bagi mereka.
3. Laga dimainkan di kandang Real Madrid
Memainkan laga di kandang sendiri merupakan sebuah keuntungan besar. Apalagi bagi tim sekelas Real Madrid yang harus berhadapan dengan “klub antah-berantah” bernama Sheriff Tiraspol.
Namun, hal tersebut tampaknya tak berlaku di matchday kedua Liga Champions ini. Di luar dugaan, Madrid justru terjungkal di hadapan fans mereka oleh klub yang sama sekali tidak diunggulkan.
4. Real Madrid menguasai jalannya pertandingan
Berdasarkan statistik yang dirilis oleh laman uefa, pertandingan ini mutlak dikuasai oleh Madrid dengan 68 persen penguasaan bola dibandingkan dengan 32 persen possession yang dimiliki oleh Sheriff. Namun sayangnya hal tersebut tak diiringi dengan hasil akhir yang memihak pada kubu tuan rumah.
5. Real Madrid lebih banyak menciptakan kesempatan
Berbanding lurus dengan penguasaan bola, el Real juga tercatat mampu menciptakan jauh lebih banyak peluang daripada tim tamu. Mereka melepaskan hingga 30 tembakan dengan 11 dia ntaranya mengarah ke gawang, berbanding dengan 4 tembakan milik Sheriff yang 3 diantaranya mengarah ke gawang.
Sayangnya, dari puluhan tembakan itu, Madrid hanya mampu menuai 1 gol, sementara Sheriff Tiraspol mampu menjaringkan 2 gol dari 3 tembakan yang mengarah ke gawang.
Setidaknya, dari Real Madrid kita bisa belajar bahwa apapun bisa terjadi dalam sepak bola. Tak hanya mengandalkan nama besar, sepak bola harus juga diiringi dengan perjuangan keras, dan tentu saja, pantang untuk mempunyai pikiran meremehkan lawan meskipun mereka bukan sebuah tim yang diunggulkan.
Tag
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
4 Rekomendasi Sheet Mask Witch Hazel untuk Atasi Pori-Pori Besar dan Jerawat
-
Ulasan Novel Beauty Case, Membedah Obsesi Standar Kecantikan bagi Perempuan
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain