Kekerasan seksual pada anak tidak bisa dibiarkan terus menerus karena akan mengganggu masa depan dan masa pertumbuhan anak. Kita ketahui bersama bahwa kejahatan kekerasan seksual sudah semakin sering terjadi. Berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaporkan ada 6.980 kasus kekerasan seksual atau sekitar 45 persen dari jumlah kasus kekerasan terhadap anak secara keseluruhan yang mencapai 12.566 pada tahun lalu.
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kekerasan seksual semakin marak terjadi pada anak. Kejahatan ini tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Upaya terbaik harus dilakukan, bukan hanya dengan peraturan perundang-undangan tetapi juga dengan tindakan tegas dan pencegahan.
Jangan biarkan anak-anak menderita dan putus masa depannya karena ulah predator anak. Mari kita selamatkan anak Indonesia dari kekerasan seksual.
Harapannya, peraturan perundang-undangan yang tegas dipadukan dengan tindakan tegas aparat penegak hukum serta pencegahan dari orangtua dan masyarakat segera dilakukan.
Jika perlu di sekolah dimasukkan pelajaran tentang bahaya kekerasan seksual, dimana disana diajarkan bagaimana untuk mencegah dan menghindari oknum predator anak yang akan mengancam anak.
Dalam pelajaran itu dipaparkan bagaimana biasanya modus dari predator anak selama ini untuk mempengaruhi pikiran anak dan mengajaknya serta memaksanya melakukan kekerasan seksual. Semua itu dilakukan agar anak paham apa itu kekerasan seksual dan bahaya bagi masa depannya.
Jadi, ketika anak bertemu dengan oknum predator anak maka dia dapat menghindar atau melarikan diri agar tidak jadi korban. Bukan hanya di sekolah saja, di rumah juga diberitahukan pada anak bahaya kekerasan seksual yang bisa saja datang menyerang anak.
Dengan sebuah pemahaman yang mendalam tentang kekerasan seksual, maka anak bisa menghindari untuk termakan modus dari predator anak. Anak akan bisa menjaga dirinya tetap suci dan terhindar dari kejahatan kekerasan seksual.
Hal-hal baik dan kepentingan terbaik untuk anak harus kita utamakan dan bahaya kekerasan seksual pada anak harus disosialisasikan terus menerus. Hal itu karena kekerasan seksual pada anak sudah semakin mengancam. Tak ada kata lain, melindungi dan menyelamatkan anak dari kekerasan seksual adalah tugas kita dan tugas pemerintah. Anak adalah generasi muda yang cerdas dan calon pemimpin bangsa dan negara yang wajib dilindungi.
Tag
Baca Juga
-
Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?
-
Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan
-
Bahaya Laten Diskon Ongkir: Jangan Korbankan Nasib Perusahaan demi Sekadar Persaingan
-
Berhenti Tanya Kapan Nikah! Menikah Bukan Perlombaan, tapi Soal Kesiapan Mindset dan Jodoh
-
Dari Sampah Jadi Cuan: Mengintip Potensi UMKM Berbasis Ekonomi Hijau di Indonesia
News
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
-
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
Terkini
-
Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor
-
Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial
-
Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel
-
4 Serum Korea Berbahan Rice Extract, Rahasia Wajah Tampak Glowing dan Mulus
-
Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia