Kepolisian terus melakukan penyelidikan atas kasus penipuan Trading Ilegal Binary Option, karena disinyalir selain menikmati keuntungan dari para korban. Doni Salmanan dan Indra Kenz diduga sengaja dijadikan framing untuk pamer kemewahan dengan banyak melakukan berbagai flexing di media sosial. Sehingga, banyak korban yang tergiur dengan framing kemewahan tersebut.
Kini setelah penangkapan Doni Salmanan dan Indra Kenz, tentu publik banyak yang penasaran siapakah otak di balik Trading ilegal ini? Menurut kepolisian, hingga kini Indra kenz masih berusaha menutupi indentitas pemilik sebenarnya dalang di balik Binary Option yang telah merugikan banyak korban hingga triliunan rupiah ini.
Menurut info, asal usul Binary Option ini juga tidak jelas karena tercatat milik perusahaan Dolphin LCC Group dari Rusia yang merupakan perusahaan obat. Sedangkan kantor Binomo itu sendiri berada di Pulau Karibian, Negara Tax Haven yang berada di laut lepas. Lantas, siapakah brokernya di indonesia?
Kepolisian diminta publik harus bisa menangkap para broker ini sampai keakar-akarnya agar tidak ada lagi yang tertipu dengan bisnis trading ilegal ini.
Publik berharap tidak hanya Doni Salmanan, Indra Kenz, dan para Afilliator lainnya yang ditangkap dan diblow up ke publik, tetapi api King of the King di balik trading ilegal, atau orang di balik layarlah yang harus mendapat hukuman lebih berat lagi. Jangan sampai kasus ini hanya berakhir sampai pada para Affiliatornya saja, sedangkan dalangnya masih bebas berkeliaran tidak tersentuh hukum.
Apalagi ada juga korban yang mendapat ancaman dari seseorang tidak dikenal untuk tidak melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Hal itu membuat korban ketakutan dan memilih untuk diam. Indra kenz diharapkan publik bisa bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengatakan siapa dalang di balik trading ilegal ini.
Jika pihak kepolisian tidak bisa mengungkap dalang di balik penipuan ini, maka tidak mustahil ke depannya akan ada lagi aplikasi semacam ini di Indonesia. Selama para brokernya masih berkeliaran, pasti akan selalu ada korban yang pada akhirnya tertipu juga, dengan iming-iming yang bernama kemewahan.
Baca Juga
-
6 Tanda Suami Masih Mencintai Istrinya Walau Telah Lama Menikah
-
3 Jurus agar Anak Merasa Lebih Dicintai dan Dihargai
-
Sadari, 5 Hal Ini Bisa Dilakukan untuk Membahagiakan Diri Sendiri
-
5 Manfaat Dongeng untuk Perkembangan Kecerdasan Anak, Orangtua Wajib Tahu!
-
Bila Ingin Pernikahanmu Bahagia, Calon Suamimu Harus Punya 5 Ciri-ciri Ini
Artikel Terkait
-
Vokalis Sisitipsi Ditangkap Polisi, ART Aniaya Anak Majikan
-
Doni Salmanan Beri Uang ke Reza Arap, Ratusan Emak-Emak Antre di Rumah Wakil Wali Kota Cilegon Demi Minyak Goreng
-
Atta Halilintar Diberi Tas Mahal Sama Doni Salmanan, Hotman Paris Jalan-jalan Pakai Lamborghini dengan Aspri 15
-
Pendeta Saifuddin Ibrahim Minta Kemenag Hapus 300 Ayat Alquran, Densus 88 Polri Tangkap Teroris di Bogor
News
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan