Pasangan ganda campuran Jepang, Yuta Watanabe dan Arisa Higashino berhasil mengamankan tiket menuju Final All England 2022 di Birmingham, Inggris. Yuta Watanabe dan Arisa Higashino berhasil taklukkan pasangan ganda campuran unggulan Thailand sekaligus Sang Juara Dunia 2021, Dechapol Puavaranukroh dan Sapsiree Taerattanachai melalui pertandingan straight game dengan skor 14-21, 15-21 pada Semi-Final All England Open 2022 yang diselenggarakan Sabtu (19/3/2022) malam WIB.
Pada awal pertandingan, Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil mendominasi dan menekan permainan dari Sang Juara Dunia 2021, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Bermain all-out dengan defense dan serangan yang patut diacungi jempol, Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil memenangkan gim pertama dengan skor yang cukup epic yaitu 14-21, kemenangan untuk Yuta Watanabe/Arisa Higashino.
Tertinggal di gim pertama, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai lakukan perlawanan sengit di gim kedua. Meskipun begitu, pada interval gim kedua, Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil unggul 9-11 atas Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.
Usai interval, Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil mendapatkan poin beruntun 11-15, Yuta Watanabe/Arisa Higashino unggul. Serangan bertubi-tubi dengan penempatan shuttlecock yang epik, serta adu drive yang cukup sengit, Yuta Watanabe/Arisa Higashino terus mencoba mengontrol jalannya pertandingan.
Pasangan ganda campuran utama Jepang ini terus menciptakan poin demi poin, memberi jarak skor meninggalkan pasangan ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Skor berlanjut 12-17, keunggulan untuk Yuta Watanabe/Arisa Higashino.
Sempat memutus perolehan poin beruntun Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai berhasil menyusul skor 15-17. Usai pengembalian shuttlecock Dechapol tak berhasil melewati, Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil memenangkan gim kedua dengan skor 15-21.
Pertandingan semi-final All England Open 2022, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino berlangsung dengan durasi pertandingan 45 menit.
Keberhasilan Yuta Watanabe/Arisa Higashino dalam mengamankan tiket menuju final YONEX All England Open Badminton Championships 2022 ini sekaligus menciptakan peluang bagi Yuta/Arisa untuk mempertahankan gelar juara pada ajang All England yang mereka raih tahun lalu. Sebelumnya, Yuta/Arisa juga pernah menjadi juara All England 2018.
Pada pertandingan final yang akan diselenggarakan pada Minggu (20/3/2022) malam, Yuta/Arisa akan melawan pemenang dari pertandingan semi-final perang saudara Tiongkok antara Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping vs Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Melaju ke Final All England 2022, Fikri/Bagas Sempat Pesimis Tumbangkan Kevin/Marcus
-
Kalahkan Marcus/Kevin, Fikri/Bagas Melaju ke Final All England 2022
-
Hasil All England 2022: Langkah Kevin/Marcus ke Final Dijegal Juniornya Fikri/Bagas
-
Profil Lakshya Sen, Pebulu Tangkis Muda India yang Siap Jadi Ancaman Baru
News
-
Apa Itu DARVO? Memahami Cara Pelaku Pelecehan Memutarbalikkan Fakta
-
Dr. Tirta Kecewa Klarifikasi Mohan Hazian, Tegaskan Stay with Victim
-
Mengapa Gen Z Sering Terjebak Crab Mentality di Media Sosial?
-
Menelusuri Fantasi Berlatar Bugis-Makassar Yang Memukau Dalam Barichalla
-
Apakah Tretinoin Bisa untuk Anti Aging? 5 Rekomendasi Skincare Hempas Penuaan Dini
Terkini
-
Luka-luka yang Tidak Mudah Diobati
-
Fenomena Cut Off Orang Tua: Self-Love atau Batasan yang Terlambat Dibuat?
-
4 Ide Styling Outerwear ala Yeosang ATEEZ untuk OOTD Simpel tapi Kece!
-
4 Rekomendasi HP dengan Memori Internal 1 TB 2026, Leluasa Menyimpan File Besar dan Aplikasi Berat
-
Bukan karena Cegah Klitih, Warga Sleman Divonis karena Penganiayaan Bersama