Pemerintah Selandia Baru akan menghapus beberapa kebijakan terkait pandemi COVID-19 selama dua minggu ke depan, karena COVID-19 varian omicron di negara itu mulai berkurang.
Associated Press melaporkan, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, pada Rabu (23/3/2022) mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu lagi divaksinasi untuk mengunjungi tempat-tempat seperti toko ritel, restoran, dan bar mulai tanggal 4 April 2022.
Kebijakan vaksin akan dibatalkan untuk beberapa pekerja, termasuk guru, petugas kepolisian, dan pelayan. Namun, vaksinasi akan tetap berlanjut untuk tenaga kesehatan, perawat lansia, dan sipir.
Kebijakan lainnya yang juga dihilangkan yakni pembatasan kerumunan di luar ruangan lebih dari 100 orang. Hilangnya pembatasan kerumunan di luar ruangan memungkinan beberapa konser dan acara besar olahraga akan kembali diadakan.
Jumlah batas kerumunan di dalam ruangan juga dinaikkan, yang awalnya hanya boleh 100 orang kini menjadi 200 orang. Kebijakan pembatasan kerumunan di dalam ruangan juga bisa saja dihilangkan nantinya.
Meski beberapa kebijakan dihapus, penggunaan masker di tempat-tempat tertutup seperti toko dan transportasi umum tetap diwajibkan di Selandia Baru. Anak-anak juga diwajibkan menggunakan masker di sekolah sebagai persyaratan mengikuti kelas tatap muka.
PM Jacinda Ardern mengatakan, tindakan pemerintah selama dua tahun terakhir untuk membatasi penyebaran virus corona, telah menyelamatkan ribuan nyawa dan membantu perekonomian Selandia Baru.
“Namun, walaupun kami berhasil, hal ini juga sangat sulit. Setiap orang harus mengorbankan sesuatu untuk membuat ini berhasil," ujar PM Jacinda Ardern.
Perubahan tersebut menandakan banyak pembatasan yang akan dihapus sebelum turis mulai datang kembali di Selandia Baru.
Awal bulan ini, pemerintah Selandia Baru mengumumkan bahwa turis Australia akan disambut kembali mulai tanggal 12 April 2022 dan turis dari banyak negara lain, termasuk AS, Kanada, dan Inggris akan disambut kembali mulai tanggal 1 Mei 2022.
Pariwisata internasional dulunya menyumbang sekitar 20 persen dari pendapatan asing Selandia Baru dan lebih dari 5 persen dari PDB Selandia Baru.
Namun, pendapatan tersebut berkurang setelah Selandia Baru memberlakukan beberapa kontrol perbatasan paling ketat di dunia setelah pandemi dimulai.
Meski varian omicron telah berkurang di Selandia Baru, pakar kesehatan memperingatkan bahwa beberapa negara yang telah mencabut pembatasan karena omicron memudar saat ini mengalami lonjakan kasus lagi.
Baca Juga
-
3 Rekomendasi Website Kumpulan Sound Effect untuk Bahan Edit Video Lucu
-
Mengunjungi Murame Buaran, Restoran Masakan Jepang dengan Harga Terjangkau
-
Negaranya Dituduh Kanibal, PM Papua Nugini Kesal atas Ucapan Joe Biden
-
PVMBG Minta Evakuasi Masyarakat yang Ada di Radius 6 km dari Gunung Ruang
-
Rekan Setim Juara MotoGP AS 2024, Aleix Espargaro Apresiasi Vinales dan Aprilia
Artikel Terkait
News
-
Merah Putih Berkibar di 4 Negara, WNI Ikut Doakan Korban Gempa NTT
-
PATRIBERA 2026 Hadirkan AHY hingga Diskoria, Warnai Langkah Awal Mahasiswa Baru UPNVJ
-
Usai Upacara HUT ke-81 RI, DKI Jakarta Kirim Nakes dan Galang Rp3,8 M untuk NTT
-
Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
Terkini
-
Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!
-
Ghost Jobs: Gaslighting Terselubung Dunia Rekrutmen
-
Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal