Hernawan | M Amin Akbar
Buya Yahya berikan penjelasan tentang hukum menelan ludah. (YouTube/Al Bahjah Tv)
M Amin Akbar

Berikut ini penjelasan lengkap yang disampaikan oleh Buya Yahya mengenai informasi soal menelan ludah yang dapat membatalkan puasa. Saat memasuki Bulan Suci Ramadhan, sebagai muslim kita sebaiknya senantiasa menghindari hal-hal yang dapat membatalkan ibadah puasa

Salah satunya yaitu dengan menelan ludah yang salah sesuai penjelasan dari Buya Yahya. Dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Minggu, 3 April 2022, Buya Yahya menjelaskan tentang cara menelan ludah yang salah tersebut.

Namun, perlu diketahui sebelumnya bahwa puasa merupakan ibadah yang dilaksanakan dari masuk waktu subuh sampai tenggelamnya fakar saat maghrib. Kendati begitu, selama itulah seseorang diminta untuk menahan hawa nafsu agar ibadah yang dikerjakan mendapat pahala.

Salah satu hawa nafsu yang harus ditahan yaitu makan dan minum, dan jika seseorang dengan sengaja melakukannya sebelum masuk waktu buka, maka langsung batal puasanya.

Akan tetapi, jika makan dan minum itu dilakukan karena dasar lupa, maka puasanya tetap bisa dilanjutkan. Tak hanya lupa, seseorang juga masih diperbolehkan memasukkan beberapa benda ke mulutnya.

Salah satunya yaitu ludah. Cairan yang berada di dalam mulut tersebut merupakan anugerah dari Allah Swt, yang memiliki fungsi yang sangat banyak, sehingga seseorang tidak dapat melepaskan mulutnya dari keberadaan ludah.

Kendati begitu, ludah diperbolehkan untuk ditelan walaupun saat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan. Namun, Buya Yahya mengatakan bahwa terdapat satu cara menelan ludah yang bisa menjadikan puasa seseorang batal.

Hal tersebut menjadi catatan penting bagi setiap muslim, sehingga harus diperhatikan dengan baik-baik. Dalam Islam, seseorang akan langsung batal puasanya apabila menelan ludah dengan cara yang dimaksud.

Caranya yaitu dengan menelan ludah orang lain. Hal tersebut karena ludah orang lain berada di luar mulut sendiri.

"Menelan ludah itu tidak membatalkan puasa dengan catatan yang ditelan itu ludahnya sendiri, kalau ludahnya orang yang ditelan batal," jelas Buya Yahya.

Hal tersebut dapat menjadi perhatian khusus bagi pasangan suami dan istri. Pasalnya, terkadang dikarenakan tak kuat dalam menahan nafsunya, ada pasangan yang sampai bertukar ludah di siang hari.

"Mungkin kita bicara keindahan, suami istri tertukar ludahnya batal puasanya hati-hati," ujarnya.

Hal itu Menurut Buya Yahya, akan menjadi sebab batalnya puasa sehingga mendapat dosa.