Self-awareness merupakan salah satu hal yang penting untuk terus di tingkatkan. Self-Awareness merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya, hal ini berkaitan dengan kesadaran seseorang terhadap pikiran, evaluasi diri dan perasaan. Self-awareness seseorang diberikan tanpa memandang latar belakang seseorang dan baiknya di berikan sedini mungkin sehingga hal itu bisa tertanam di diri anak sampai dewasa.
Dalam perencanaan peningkatakan self-awareness, mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), Kelompok 52 Gelombang 5 yang diisi Widya Rini Setyaningsih, Lidya Afriva Yunia Arum, Nanda Wuri Handayani, Annisa Putri Kusuma dan Syafira Audahani melaksanakan program dan kegiatannya di salah satu panti asuhan yang berada di Malang yaitu Yayasan Yatim Piatu As. Salaam Shobuur.
Panti asuhan tersebut terletak di Jl. Taman Sengkaling I Blok B1 No.1, Jetak Lor, Mulyoagung, Kec. Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65151. Dalam melaksanakan program dan kegiatannya, mahasiswa-mahasiswa UMM ini tentunya tidak sendiri, mereka dibimbing langsung oleh bapak Muhammad Fath Mashuri, S. Psi., M.A, yang merupakan dosen Fakultas Psikologi UMM.
Koordinator Kelompok PMM 52 Gelombang 5, Widya Rini Setyaningsih mengungkapkan bahwa “kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kami tentang self-awareness anak-anak panti.”
Program dan kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan self-awareness anak panti asuhan di Yayasan Yatim Piatu Assalam Shobuur. Demi tercapainya tujuan tersebut tentunya diperlukan metode yang tepat, mahasiswa UMM menggunakan metode psikoedukasi dan mentoring.
Metode psikoedukasi dilakukan dengan mengedukasi anak panti tentang apa itu self-awareness dan aspek-aspek dari self-awareness, hal ini bermanfaat untuk anak panti dalam menambah pengetahuan tentang self-awareness. Selain itu, ini diberikan dan diajarkan supaya peningkatan self-awarness dapat dilakukan dengan bertahap dan benar. Metode ini akan terus dipantau dan dievaluasi setiap minggunya sehingga mahasiswa tau sejauh mana perkembangan pengetahuan anak panti tentang self-awareness.
Metode mentoring yang dilakukan bemanfaat agar anak panti dapat dibimbing langsung oleh mahasiswa dalam meningkatkan self-awareness. Dalam mementoring anak panti, Mahasiswa UMM membuat kegiatan seperti pendampingan belajar, sharing session dan memberi wadah anak panti dalam megembangkan bakat yang mereka miliki. Dari metode mentoring ini juga, mahasiswa akan memetakan bakat, minat dan potensi yang dimiliki anak panti agar mereka dapat mengetahui dan terus meningkatkannya.
Pengurus panti mengucapkan "terimakasih kepada mahasiswa-mahasiswa UMM yang telah melaksanakan PMM di Yayasan Yatim Piatu As. Salaam Shobuur, semoga ilmu yang akan diberikan kepada anak panti dapat bermanfaat bagi mereka saat ini dan masa depan"
Dengan dilaksanakannya program dan kegiatan ini, Mahasiswa UMM berharap agar anak panti dapat terus meningkatkan self-awareness mereka karena hal itu berguna agar mereka sadar dan kenal akan diri mereka. Dengan begitu mereka akan mudah untuk meraih masa depan yang diinginkan.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Hari Buruh Sedunia: Perjuangan Pekerja Melawan Jam Kerja yang Mencekik
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
Terkini
-
Buku 'Rumah Baru dan Hal-Hal Baru', Makna Besar tentang Rumah dan Masa Lalu
-
Buku Esai Sayup Sunyi Suara Kata: Catatan dari Pinggiran Ruang Kelas
-
Jebakan Industri Gula Manis: Saat Bahagia Dijual dalam Gelas Plastik
-
Loud Budgeting: Seni Jujur Soal Uang Tanpa Perlu Terlihat Miskin
-
Cerita Pendek untuk Kasih Sayang yang Panjang