Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memutuskan untuk memperkuat pengembangan senjata nuklirnya pada rapat penting baru-baru ini, di mana para pejabat militer menyetujui tugas operasional baru untuk unit-unit tentara garis depan.
Mengutip dari Associated Press, Jumat (24/6/2022), para anggota Komisi Militer Pusat Partai Buruh memutuskan untuk melengkapi rencana penting aksi militer pada pasukan garis depan dan memperkuat pencegahan perang nuklir negara tersebut lebih lanjut.
Pemerintah Korea Utara belum merinci tugas operasional baru untuk unit-unit tentara garis depan, tetapi para analis mengatakan negara tersebut mungkin berencana untuk mengerahkan senjata nuklir yang menargetkan Korea Selatan di sepanjang perbatasan mereka.
Kim Jong Un pada rapat hari sebelumnya telah menyerukan seluruh pasukannya untuk berusaha keras dalam melaksanakan rencana untuk memperkuat otot militer negara.
Selain itu, Kim Jong Un juga meminta seluruh pasukannya untuk mengonsolidasikan kemampuan pertahanan diri yang kuat untuk mengalahkan kekuatan musuh, sehingga dapat melindungi martabat Korea Utara.
Kantor Berita Korea Utara Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa anggota komisi telah membahas cara untuk memperkuat kepemimpinan partai atas seluruh angkatan bersenjata dan meratifikasi rencana untuk perubahan yang tidak dispesifikasi dalam formasi organisasi militer.
Beberapa analis mengatakan kemungkinan rencana Korea Utara untuk menyebarkan senjata nuklir taktis ke unit artileri garis depan mungkin memerlukan perubahan komando dan kontrol karena senjata nuklir negara tersebut sejauh ini telah ditangani oleh pasukan strategis tentara.
Sembari rudal nuklir jarak jauh Korea Utara yang bisa mencapai Amerika Serikat mendapat banyak perhatian secara internasional, Korea Utara juga sedang mengembangkan berbagai rudal nuklir jarak pendek yang dapat menargetkan Korea Selatan.
Sekitar 28.500 tentara Amerika Serikat telah ditempatkan di Korea Selatan untuk mencegah agresi militer dari Korea Utara.
Sementara laporan rapat Korea Utara tersebut tidak menyebutkan rencana uji coba nuklir, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Cha Duck-chul mengatakan bahwa Korea Selatan terus mencermati perkembangan tersebut.
“Seperti yang dikatakan Korea Utara bahwa (mereka) telah membahas dan meratifikasi rencana penting untuk memperluas dan memperkuat pencegahan perangnya, pemerintah (Korea Selatan) akan mempersiapkan semua kemungkinan sambil memantau dengan cermat perkembangan terkait,” jelas Cha Duck-chul.
Baca Juga
-
3 Rekomendasi Website Kumpulan Sound Effect untuk Bahan Edit Video Lucu
-
Mengunjungi Murame Buaran, Restoran Masakan Jepang dengan Harga Terjangkau
-
Negaranya Dituduh Kanibal, PM Papua Nugini Kesal atas Ucapan Joe Biden
-
PVMBG Minta Evakuasi Masyarakat yang Ada di Radius 6 km dari Gunung Ruang
-
Rekan Setim Juara MotoGP AS 2024, Aleix Espargaro Apresiasi Vinales dan Aprilia
Artikel Terkait
-
Indonesia dan Korsel Bangun Pusat Data Nasional Senilai Rp 2,3 Triliun di Batam
-
NCT DREAM akan Adakan Konser THE DREAM SHOW 2: In A DREAM Bulan Juli
-
BlockBerry Creative Bantah Rumor Terkait Chuu LOONA, Ancam Ambil Tindakan Hukum
-
Pertama Kalinya, Korea Selatan Temukan Kasus Cacar Monyet di Masyarakat
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!
-
Karier atau Kesehatan Mental, Haruskah Selalu MemilihThe more I see things like this, Salah Satunya?
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?