Menurut data yang tertera di laman SIMFONI PPA, kasus kekerasan terhadap perempuan di tahun 2022 yaitu sebanyak 12.554 kasus. Data tersebut juga telah dilengkapi dengan beberapa diagram yang berkaitan dengan kasus kekerasan yang terjadi, seperti pelaku kekerasan, korban menurut usia, korban menurut tempat kejadian, dan lain sebagainya. Hal itu membuktikan bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi.
Seorang perwakilan kelompok 136 KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2022 yang sedang menjalani KKN daring di Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap ini telah melaksanakan kegiatan ‘Sosialisasi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan’. Kegiatan tersebut bertempat di RT06 RW21 Kelurahan Sidanegara pada hari Sabtu (30/7) pukul 16.00 WIB dengan sasarannya adalah ibu rumah tangga.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan adalah sebagai bentuk dukungan dalam penerapan program SDGs Desa yang berfokus pada Desa Ramah Perempuan. Materi yang disampaikan berisi mengenai jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan.
Berikut jenis-jenis kekerasan yang wajib diketahui oleh perempuan :
- Kekerasan Fisik, merupakan tindak kekerasan yang mengakibatkan luka-luka dan memar pada tubuh korban, seperti penyerangan, penganiayaan, bahkan pembunuhan.
- Kekerasan Seksual, kekerasan yang paling banyak dialami oleh perempuan. Contoh yang kerap kali ditemui yaitu pelecehan seksual. Banyak pelaku tidak memandang wajah, pakaian, dan siapa yang menjadi korbannya. Oleh sebab itu, perempuan harus selalu waspada!
- Kekerasan Psikis, berbanding terbalik dengan kekerasan fisik. Kekerasan psikis akan berakibat pada mental korban, misalnya perundungan yang berdampak hilangnya rasa percaya diri, ketakutan, dan bisa juga depresi yang berkepanjangan.
- Kekerasan yang masuk ke dalam kategori lainnya, meliputi eksploitasi, woman trafficking, dan penelantaran.
Tidak hanya jenis-jenis kekerasan saja, namun ada faktor pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan, dan upaya yang harus dilakukan ketika mendapati korban kekerasan.
Dengan diadakannya kegiatan ‘Sosialisasi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan’ di lingkungan ibu rumah tangga Kelurahan Sidanegara, bertujuan agar perempuan tahu dan sadar tentang kekerasan terhadap perempuan serta melarang terjadinya tindak kekerasan apapun terhadap perempuan. Mari lawan kekerasan seksual.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Perempuan Cantik Ini Tak Malu Jadi Kuli Panggul, Tetap Senyum Lebar saat Angkut Karung Semen
-
11 Siswa Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Seorang Guru di Karimun, Korban Dijanjikan Nilai Bagus
-
Aksi Anak Merengek Minta 'Dibuatkan' Adik ke Ibu, Langsung Diserbu Komentar Kocak
-
Bejat! Iming-imingi Nilai Bagus, Guru SD Berstatus PNS di Riau Cabuli Belasan Murid Laki-laki
-
Cleaning Service Rekam Penumpang saat Pipis di Toilet Stasiun Ciamis, PT KAI Tindak Tegas Pecat Pelaku
News
-
Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
Terkini
-
Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja
-
Gema Stop the Wedding: Seni Berhenti Sebelum Terjebak Hubungan Salah
-
Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan
-
Drawing Closer: Apa yang Ingin Kita Tinggalkan Jika Waktu Kita Terbatas?
-
Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental