Duka tengah menyelimuti Britania Raya, usai kabar wafatnya Ratu Elizabeth II menyeruak ke seluruh penjuru dunia. Ratu Elizabeth II meninggal pada Kamis (8/8/2022) sore di usia 96 tahun, dikenal sebagai pemegang tahta terlama Kerajaan Inggris selama 7 dekade. Bersamaan dengan kabar wafatnya Ratu Elizabeth II, "London Bridge is Down" turut menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat dan media internasional.
New York Times melansir, London Bridge is Down adalah rangkaian prosedur kerajaan mengenai bagaimana kabar wafatnya Ratu Elizabeth II disebatkan, apa yang dilakukan pada jenazah Ratu Elizabeth II dan prosesi pemakaman selama 10 hari setelah wafatnya Ratu Elizabeth II. London Bridge is Down adalah kode yang digunakan pemerintahan Inggris dalam menjalankan serangkaian prosedur terkait kematian ratu tercinta mereka.
Operasi "London Bridge is Down" diawali dengan penurunan bendera setengah tiang selama 10 menit usai pejabat peneruntahan diberitahu mengenai wafatnya Ratu Elizabeth II. Tak lama setelah itu, akan keluar larangan untuk memposting ulang beberapa akun sosial media milik pemerintahan Inggris.
Perdana Menteri akan segera diberitahu dengan kode "London Bridge is Down". Kemudian, Pusat Respons Global Kantor Luar Negeri akan menyebarkan berita duka tersebut ke seluruh negara persemakmuran Inggris yang berada dibawah kekuasaan mendiang Ratu Elizabeth II. Menanggapi suasana berduka tersebut, para Gubernur Jenderal, Duta Besar dan Perdana Menteri akan mengenakan ban lengan hitam di lengan kiri mereka.
Operasi London Bridge sendiri juga akan mengatur prosedur mengenai bagaimana Kerajaan Inggris akan menjalani masa berkabung serta proses transisi menuju pemerintahan baru yang dipimpin oleh Raja Charles III. Namun, Operasi London Bridge akan berlangsung selama 10 hari berkaitan dengan jenazah Ratu Elizabeth II.
Kode kematian pemimpin Inggris sendiri telah mulai digunakan sejak wafatnya ayahanda mendiang Ratu Elizabeth II yaitu Raja George VI. Saat itu, kode kematin Raja George VI adalah "Hype Park Conner". Kemudian "Forth Bridge Operation" untuk kematian Pangeran Philip, "Tay Bridge Operation" untuk kematian Ibu Suri dan juga Putri Diana. Wafatnya Putri Diana secara mendadak, membuat prosesi pemakamannya terpaksa harus mengikuti operasi kematian yang telah dirancang awalnya untuk Ibu Suri.
Itulah tadi informasi mengenai operasi "London Bridge is Down", kode kematian Ratu Elizabeth II yang dipergunakan untuk prosedur kepergiaan Sang Ratu.
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Masa Pemerintahan sampai 70 Tahun, Ini Profil Lengkap Mendiang Ratu Elizabeth II
-
Sempat Kena Covid-19, Ini Timeline Riwayat Kesehatan Ratu Elizabeth II Setahun Terakhir
-
Ratu Elizabeth II Wafat, Uang sampai Helm Polisi Akan Diganti Jadi Nama dan Wajah Raja Charless III Tuai Pro Kontra
-
Ini Skenario yang Akan Terjadi di Inggris Usai Ratu Elizabeth II Meninggal
-
Pelangi Muncul di Kastil Windsor Saat Masyarakat Inggris Berkabung Atas Meninggalnya Ratu Elizabeth II
News
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis