Pada Rabu, 5 Oktober 2022, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo melaporkan terdapat tambahan jumlah korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia. Menurutnya, berdasarkan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan dan direktur rumah sakit, korban meninggal tragedi Kanjuruhan diupdate pada 5 Oktober 2022 tercatat 131 orang.
Bertambahnya jumlah korban yang meninggal dunia ini semakin membuat muram wajah dunia sepak bola, publik pun semakin tambah sedih. Imbas dari kesedihan ini, membuat Yohanes Prasetyo tidak kuat menahan air mata saat memberi kesaksian tragedi Kanjuruhan itu sewaktu diundang ke Mata Najwa pada Kamis malam, 6 Oktober 2022.
"Waktu saya di tribun seperti ini, tim kebanggaan saya kalah...." perkataan Yohanes seketika terpotong. Ia tidak kuat menahan isak tangis. Ia tiba-tiba menurunkan mikrofon yang dipegangnya.
Pada video di menit ketiga puluh tersebut Yohanes dihujani semangat oleh penonton lainnya. "Ayo, kuat... kuat..." kata mereka bergemuruh.
Dengan sesekali menyapu air mata dengan syal Aremania itu, Yohanes yang berada di samping Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, kembali melanjutkan persaksiannya.
Ia menceritakan bahwa tidak ada inisiatif dirinya untuk turun ke lapangan. Sebab, ia harus pulang dan bekerja setelah menonton pertandingan tersebut. Namun, tak berlangsung lama, terdapat keributan yang menahan langkahnya untuk pulang. Keributan tersebut berasal dari tembakan gas air mata ke tribun.
"Saya terkena gas air mata. Yang saya rasakan, mata saya perih dan saya tidak bisa membuka mata saya. Saya cuma mendengar saudara-saudara saya Aremania yang minta tolong. Mereka terdiri dari anak kecil dan ibu-ibu," kata Yohanes dikutip dari tayangan YouTube Najwa Shihab.
"Sejak itu, kemudian saya berinisiatif untuk turun ke lapangan meminta ke polisi agar tidak meneruskan tembakan itu. Kita sama-sama Aremania. Jika mereka sakit, saya pun juga merasa sakit," lapornya.
Yohanes Prasetyo meneruskan, ketika ia turun ke lapangan untuk meminta polisi agar menghentikan tembakan gas air mata ke arah tribun, ia justru mendapat serangan dari berbagai arah.
Semula serangan diarahkan ke kepalanya bagian belakang, lalu bagian kiri dan kanan. Sementara ia tidak bisa mengetahui siapa yang menyerang dirinya, sebab tembakan gas air mata telah membuatnya sulit membuka mata. Ia juga memberi persaksian, tidak ada luka-luka berdarah pada bagian tubuhnya. Hanya luka memar di kepala, kening, punggung, dan kedua kakinya.
Baca Juga
-
Humor Jurnalistik: Belajar Menulis Tajam Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Artikel Terkait
-
Mantan Kasat Reskrim OKU Sumsel Jadi Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
-
Terkuak, Ternyata Ini Penyebab Dirut LIB Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan
-
Daftar 'Dosa' 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Penyebab Ratusan Nyawa Melayang
-
Terpopuler: Keponakan Syahrini Diduga Keciduk Like Foto Hot, Video Ayu Dewi Pilih Suami Selingkuh Ketimbang Miskin
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam