La'eeb adalah maskot resmi piala dunia 2022 yang ikut meramaikan euforia pertandingan sepak bola dunia yang digelar pada hari ini (20/11/2022) di Qatar.
Sudah menjadi hal rutin di setiap Piala Dunia untuk menampilkan satu karakter yang menjadi maskot dan mewakili negara tuan rumah tempat penyelenggaraanya ajang pertandingan sepak bola dunia tersebut.
La'eeb memiliki bentuk yang mirip dengan penutup kepala yang biasa dipakai oleh orang-orang timur tengah. Dalam situs resminya, FIFA menyebutkan bahwa La'eeb dalam bahasa Arab berarti pemain dengan kemampuan yang super.
Lebih lanjut FIFA menjelaskan, La'eeb adalah benda yang tidak bisa dijelaskan secara spesifik, sehingga para fans sepakbola bisa bebas menginterpretasikan sesuai dengan keinginan mereka.
La'eeb digambarkan sebagai karakter yang penuh semangat, percaya diri dan menyebarkan kebahagiaan yang diharapkan bisa memberi semangat kepada para pemain dan menebar suka cita kepada penggemar
La'eeb akan terus muncul selama gelar Piala Dunia 2022, ia akan ikut menginspirasi dan menyemangati aksi selama turnamen, yang akan berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember 2022 nanti.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Piala Dunia Qatar 2022, Siapkan Stadion Ber-AC
Selain maskot, terdapat juga ikon yang tidak kalah penting dalam gelar piala dunia, yaitu bola. Bola yang digunakan pada Piala Dunia 2022 ini adalah buatan Adidas yang diberi nama Al Rihla. Bola tersebut merupakan bola ke-14 yang dibuat oleh Adidas selama FIFA World Cup.
Rihla dalam Bahasa Arab berarti perjalanan. Makna kata tersebut diartikan sebagai "perjalanan" yang terinspirasi dari budaya, arsitektur, perahu ikonik, dan bendera Qatar.
Al Rihla merupakan bola Piala Dunia FIFA pertama yang dibuat secara eksklusif menggunakan tinta dan lem yang berbahan dasar air.
Jean-François Pathy selaku Direktur Pemasaran FIFA, menyebut bahwa bola Al Rihla adalah bola pertandingan resmi yang sangat baik dan berkualitas tinggi hingga melalui pengujian ketat di laboratorium yang dibuat oleh Adidas. Bola tersebut nantinya akan digunakan para bintang untuk pertandingan besar tersebut.
Baca Juga: Pecinta Bola Merapat, Ini Cara Nonton Streaming Piala Dunia 2022 Secara Gratis
Sekarang sudah tahu kan maskot dan bola yang digunakan dalam Piala Dunia 2022 kali ini? Kedua benda tersebut memang sulit dipisahkan dari perhelatan akbar pertandingan sepak bola dunia, menariknya masing-masing benda tersebut memiliki arti dan filosofi yang cukup dalam.
Wah menarik sekali ya! Gimana nih sudah tidak sabar bukan untuk melihat pertandingan pertama nanti? Siapa jagoan Piala Dunia kalian?
Baca Juga
-
Kisah Desa Kemiren Banyuwangi Mendunia Berkat Komitmen Jaga Budaya Lokal
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!
-
5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor
-
Film Animasi Venom Resmi Dikembangkan, Digarap Sutradara Final Destination: Bloodlines
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
Artikel Terkait
-
Jungkook BTS Dipastikan Tampil di Upacara Pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar Bawakan Lagu Dreamers
-
"Tidak Aman dan Tidak Benar", Curhat Fans LGBT Soal Piala Dunia 2022 di Qatar
-
Waduh, Karim Benzema Cedera dan Gagal Ikut Piala Dunia 2022?
-
Jelang Kick-off Piala Dunia, Hadist Nabi Hiasi Sudut Qatar: Ingatkan Pengunjung Soal Sedekah Hingga Panas Api Neraka
-
Didier Deschamps Sedih Karim Benzema Cedera, Ikhlas Kembali Absen Ketiga Kalinya di Piala Dunia
News
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Mengenal Kimpul, Umbi Lokal Pengganti Nasi yang Sedang Viral Jadi Seblak hingga Tteokbokki
-
Baitul Arqam PWM Papua Barat Tuntas Digelar, Cetak Kader Kokoh Berlandaskan Islam Berkemajuan
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
Terkini
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian