Kabar gugatan cerai yang diajukan oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap sang suami Dedi Mulyadi tak lain mantan Bupati Purwakarta menjadi perbincangan publik. Anne Ratna Mustika mengunggat cerai Dedi Mulyadi pada tanggal 19 September lalu di Pengadilan Negeri Purwakarta.
Alasan Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi karena tidak memenuhi hak-hak istri sesuai undang-undang serta melangga syariat islam. Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat ingin mempertahankan biduk rumah tangganya tetapi Anne Ratna Mustika bersikukuh untuk bercerai.
Melansir dari SuaraBandung.id, kabar terbaru yang menggegerkan publik tentang video Anne Ratna Mustika menyindir Bupti Purwakarta sebelumnya yakni Dedi Mulyadi terkait utang miliaran rupiah ke desa.
“Bupati jaman kapungkur sateacan abi tepikan ayeuna aya hutang keneh DBH dua tahun, (Bupati zaman dulu, sebelum saya, sampai sekarang masih memiliki utang DBH selama dua tahun),” ungkap Anne Ratna Mustika, dikutip dari YouTube Septio Ali Reza, Minggu (27/11/2022).
Anne Ratna Mustika mengaku pernah membayarkan utang tersebut sebesar Rp28miliar karena dulu masih akur.
“Hayang dibayarkeun ku bupati ayena, sia teh teu boga kaera? Harusnya tilu tahun, tapi nu satahun tos dibayarkeun harita ku abi, da akur keneh harita mah, ku abi dibayarken 28 miliar, (Ingin dibayar sama bupati sekarang, kamu enggak punya malu? Harusnya tiga tahun, tapi yang satu tahun sudah dibayar oleh saya, dulu saat masih akur, senilai 28 miliar),” lanjutnya.
Namun, Anne Ratna Mustika kini tidak akan membayar utang yang tersisa dua tahun lagi. Menurutnya, orang yang berutanglah seharusnya yang membayar.
“Ayeuna dua tahun dei antepkeun tong dibayarkeun, ker menta bantuan dewan ayena, saha nu ngahutang saha nu kudu mayar (Makanya sisa dua tahun itu tidak akan dibayar, saat ini sedang minta bantuan Dewan, siapa yang ngeutang siapa yang harus bayar),” ungkap Bupati Purwakarta sekarang ini.
Anne Ratna Mustika juga menyoroti terkait menjadi seorang bupati itu harus benar dan tidak boleh banyak pencitraan.
“Matakna jadi Bupati teh sing leres entong pencitraan wae, ieumah pencitraan wae sih, cerik wae bari jeng teuing bener teuing hente (Makanya jadi bupati itu yang benar, jangan pencitraan terus, nangis terus padahal enggak tahu benar enggaknya),” ujarnya.
BACA JUGA: Terkuak Gambar Legendaris Anak SD Dua Gunung dan Sawah Ternyata Ada Wujud Aslinya di Jawa Tengah
Sindiran yang dilontarkan oleh Anne Ratna Mustika tersebut kepada Bupati Purwakarta sebelumnya justru menuai komentar negatif netzen.
“Tidak patut ditiru. Seorang pemimpin berbicara seperti itu. Semangat Kang Dedi Mulyadi, mati satu tumbuh seribu,” komentar seorang netizen.
“Purwakarta menjadi kota yang bagus itu hasil KDM. Ibu pun menjadi bupati itu hasil KDM masyarakat memilih ibu karena melihat kinerja KDM. Coba priode depan ibu nyalon lagi apa bisa ibu menang lagi. Saya tetap bangga kepada bapak Dedi Mulyadi,” tanggapan yang lain.
“Tanpa Pak Dedi Ambu gak seperti sekarang Ambu ingat,” tulis netizen lainnya.
Baca Juga
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
Artikel Terkait
-
Mengenal Masjid Al Jabbar Karya Ridwan Kamil, Utang Pembangunannya Dibongkar Dedi Mulyadi
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
Soal Kades Klapanunggal Palak THR, Dedi Mulyadi Geram: Sama dengan Preman, Harus Diproses Hukum
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?