Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke Paris untuk menemui Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Sebastien Lecornu. Dilansir dari ANTARA, pertemuan itu dilakukan di Hotel de Brienne, Paris pada Kamis (15/12/2022).
Pada pertemuan tersebut, Prabowo dan Sebastien membahas perihal penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis, terutama di bidang pendidikan dan industri pertahanan.
“Kami membicarakan tujuan kedua negara di bidang keamanan dan stabilitas di Indo-Pasifik. Semoga persahabatan Indonesia dan Prancis makin kokoh,” ucap Prabowo pada siaran persnya di Jakarta, Jumat (16/12/2022) melansir ANTARA.
Selain itu, pada siaran persnya, Prabowo juga mengatakan bahwa ia telah mendukung Prancis untuk menjadi anggota ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM), sebuah acara pertemuan menteri pertahanan negara-negara ASEAN. Hal tersebut disebabkan lantaran Prancis dinilai dapat membantu stabilitas keamanan regional di Kawasan Asia Tenggara.
“Kami mendukung Prancis untuk sentralitas ASEAN dan berperan konstruktif dalam menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Kawasan Asia Tenggara serta di Kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ucap Prabowo melansir ANTARA.
Sebelumnya, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis juga telah mengunjungi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Jakarta, pada 25 November lalu. Pada akun Twitter pribadinya, Sebastien mengatakan bahwa Kamis kemarin merupakan gilirannya untuk menyambut kedatangan Prabowo di Prancis setelah Prabowo menyambutnya di Jakarta bulan lalu.
Prabowo juga telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Italia
Pada Selasa (13/12/2022) lalu, Prabowo juga telah berkunjung ke Roma untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Guido membahas perihal modernisasi alutsista di Indonesia. Mereka membahas perihal alih teknologi militer antara industri pertahanan Italia dan industri pertahanan Indonesia.
Pada pertemuan tersebut dibahas pula perihal peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Italia di bidang pertahanan. “Kami sepakat bahwa keamanan merupakan faktor penting bagi pertumbuhan dan kemakmuran suatu negara,” ucap Prabowo pada siaran persnya di Jakarta, Rabu (14/12/2022) melansir ANTARA.
Petemuan itu dilakukan guna mempererat hubungan bilateral kedua negara dalam bidang pertahanan. Pasalnya, Indonesia dan Italia telah melakukan kerja sama dalam bidang pertahanan sejak lama, khususnya melalui sebuah pertemuan bertajuk Joint Committee for Defence Cooperation (JCDC). Pertemuan tersebut dilakukan kedua negara tiap dua tahun sekali.
Baca Juga
-
Malaysia Akan Ambil Langkah Hukum untuk Menuntut Meta, Kenapa?
-
Kasus Infeksi Penyakit oleh Nyamuk Meningkat di Eropa, Apa Sebabnya?
-
Joe Biden Sebut Xi Jinping Pemimpin Diktator, Begini Respons Perdana Menteri Selandia Baru
-
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Temui Jokowi di Istana, Ada Apa?
-
Presiden Jokowi Kembali Beri Kode Soal Reshuffle Kabinet Indonesia Maju
Artikel Terkait
-
Satgas PKH Serahkan Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Lahan ke Negara
-
Prabowo Ultimatum Koruptor: Bertobat dan Kembalikan Uang, atau Tunggu Waktunya!
-
Kemenangan Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Puji Semangat Mereka
-
Media Asing Soroti Nasib Gibran Jelang Putusan MK Malam Ini: Risiko Politik bagi Prabowo
-
Prabowo Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pembayar Buzzer-Demo Triliunan: Kita Siap Mati untuk Rakyat
News
-
Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar
-
Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas
-
Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat
-
Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo
-
Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN
Terkini
-
Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini
-
Ulasan Film Sunshine, Bedah Isu Aborsi dan Kriminalisasi Reproduksi
-
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, John Herdman Keluar dari Bayang-bayang STY?
-
Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu
-
Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga