Es krim Mixue atau Mixue Indonesia merupakan salah satu produsen es krim yang viral. Ekspansi Mixue Indonesia sangat besat sehingga hadir di setiap sudut Indonesia.
Menyajikan es krim yang enak, para pelanggan mengungkapkan kekhawatirannya perihal kehalalan es krim.
Mixeu Indonesia atau PT Zhisheng Pacific Trading selaku perusahaan produsen memang mengklaim bahwa produknya belum ada sertifikat halal dari MUI.
Baca Juga: Konten Brand Hijab Rabbani Dituding Salahkan Korban Pelecehan, Netizen Sebut Nol Empati
"Saat ini memang benar, Mixue belum memiliki sertfikat halal," sebagaimana dikutip melalui Instagram resminya @MixueIndonesia, pada 27 Juli 2022.
Mixue Indonesia juga menjelaskan bahwa sedang berusaha mengurus sertifikasi halal dari MUI sejakk 2021. Selain itu, pihak perusahan juga menjelaskan alasan belum mempunyai sertifikat halal MUI.
1. Bahan Baku
Mixue Indonesia menggunakan bahan yang diimpor langsung dari China.
Maka sertifikasi halal dilakukan oleh Shanghai Al Amin.
Baca Juga: Bikin Haru, Bapak Driver Ojol Ini Self Reward Usai Sebulan Kerja Non-Stop Demi Keluarga di Kampung
2. Lokasi Bahan Baku
Bahan baku es krim Mixue diimpor dari China, yang artinya diambil dari berbagai tempat dan berbagai kota.
3. Masa Pandemi Covid-19
Mixue menjelaskan adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun membuatnya kesulitan memasukan produknya ke kepengurusan MUI.
Para pelanggan Mixeu Indonesia memang sering mengeluhkan sertifikasi halalnya. Mengingat Indonesia adalah mayoritas masyarakatnya muslim.
Tetapi Mixue Indonesia mengklaim dirinya tidak menggunakan bahan yang mengandung alkohol, rum, atau babi.
Baca Juga: Siap-siap! Mulai Tahun 2023, Rokok Tidak Boleh Dijual Ketengan
Jadi, apakah Mixue sudah mengurus sertifikasi halal?
Dalam Instagramnya, pihak Mixue Indonesia sudah mengajukan dan dapat dipastikan sedang diurus semaksimal mungkin.
Saat ini pihak Mixue Indonesia hanya bisa kooperatif dengan pihak berwenang dan menunggu proses sertifikasi halal selesai.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengakarnya Budaya Patriarki dan Absennya Peran Ayah di Rumah Tangga
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya: Potret Mati Rasa Puthut EA
-
Poster Teaser Phantom Lawyer Dirilis, Drama Hukum SBS Tayang Maret 2026
-
Prilly Latuconsina Minta Maaf usai Polemik Open to Work di LinkedIn
Artikel Terkait
-
Viral Mixue Buka Cabang di Tokyo, Warganet: Curiga Ada di Antartika Juga
-
Sertifikat Halal Es Krim Mixue Jadi Sorotan, Begini Kata Manajemen
-
Profil Pemilik Mixue Zhang Hongchao, Sempat Bangkrut Kini Kedainya Menjamur di Dunia
-
LPH Surveyor Indonesia Serahkan Ketetapan Halal MUI ke UKM Dinas PPKUKM DKI Jakarta
-
Mengenal Mixue, Bisnis Minuman Viral dan Buka Cabang di Sejumlah Daerah
News
-
Cara Mendapatkan Cicilan HP 0 Persen: Tips Cerdas Ganti Ponsel Tanpa Boncos
-
Sinopsis Sold Out on You, Drama Korea Komedi Romantis Terbaru Ahn Hyo Seop
-
Normal atau Tidak? Memahami Pergolakan Batin dan Lelah Mental di Usia 20-an
-
4 Wash-Off Mask Cica Atasi Jerawat dan Kontrol Sebum pada Kulit Sensitif
-
Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana Sejak Bangku Sekolah
Terkini
-
Mengakarnya Budaya Patriarki dan Absennya Peran Ayah di Rumah Tangga
-
FIFA Series 2026: Ajang Debut yang Sudah Pasti Bakal Menguras Pemikiran John Herdman
-
Hidup Ini Brengsek dan Aku Dipaksa Menikmatinya: Potret Mati Rasa Puthut EA
-
Poster Teaser Phantom Lawyer Dirilis, Drama Hukum SBS Tayang Maret 2026
-
Prilly Latuconsina Minta Maaf usai Polemik Open to Work di LinkedIn