Beredar di media sosial TikTok sebuah akun membuat konten video dengan foto Ferdy Sambo sedang di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Video tersebut bernarasi, "Semoga tenang disana, eksekusi mati akan dilakukan tengah malam nanti,". Dituliskan dengan jelas oleh pengunggah video bahwa orang yang akan dieksekusi adalah Ferdy Sambo.
Lantas benarkah jika Ferdy Sambo akan dieksekusi mati tengah malam?
BACA JUGA: CEK FAKTA: Hasil Tes DNA Membuktikan Ibu Norma Risma Hamil Anak Kandung Rozy, Benarkah?
PENJELASAN
Rekaman video yang beredar di media sosial TikTok unggahan dari salah satu akun mengklaim Ferdy Sambo, tersangka kasus pembunuhan Brigadir J akan dihukum mati pada tengah malam.
Berdasarkan hasil penelusuran Yoursay.id di Turnbackhoax.id jaringan Suara.com, per awal Januari ini proses persidangan masih berjalan dan belum sampai pembacaan putusan majelis hakim.
Narasi pertama yang ada dalam video tersebut meruakan gabungan dari cuplikan dua video berbeda. Narasi itu hasil cuplikan video Youtube Official NET News berjudul "6 Regu tembak disiapkan jelang eksekusi mati-NEt17,".
Video ini diunggah sudah 7 tahun yang lalu terkait dengan proses latihan regu tembak di Bondowoso, Jawa Timur. Narasi kedua diambil dari cuplikan video Youtube KompasTV berjudul "Arif Rachman Arifin Mengaku Diminta Beli Peti Mati dengan Harga Rp 10 Juta untuk Brigadir Yosua,".
Foto peti mati Ferdy Sambo telah disiapkan dalam video itu jika ditelusuri berasal dari Google Image. Fotonya sama persis dengan unggahan akun Tokopedia yang menjual peti mati.
Sementara, foto peti mati warna hitam mirip dengan unggahan video dari kanal Youtube vdkChannel pada Agustus 2021.
KESIMPULAN
Video unggahan akun TikTok tersebut dengan narasi Ferdy Sambo dieksekusi mati adalah salah. Video itu berisi informasi hoaks yang termasuk ke dalam konten menyesatkan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
Artikel Terkait
News
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
Terkini
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia