Dalam kasus penipuan dana yang mencapai total kerugian Rp106 triliun itu, nama June Indria, Suwito Ayub, dan Henry Surya ikut terseret. Kasus ini geger karena telah merugikan puluhan orang. Salah satunya adalah supermodel Patricia Gouw yang mengungkapkan bahwa dirinya menjadi korban investasi bodong KSP Indosurya yang dikelola oleh Henry Surya dan dua rekannya.
Nama Henry Surya dan KSP Indosurya menjadi sorotan media sebab kasus tersebut cukup alot. Nah, siapakah Henry Surya sebenarnya?
Profil Singkat Henry Surya
Henry Surya adalah pemilik Koperasi Simpan Pinjam Indosurya, lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada masyarakat.
KSP yang dikelolanya bersama Suwita Ayub dan June Indria didirikan pada tahun 2012. Dalam sidang yang diadakan pada akhir 2022 lalu, ia menjelaskan bahwa koperasi tersebut juga dibantu oleh 23 orang temannya yang lain.
Hasil Putusan Sidang Henry Surya
Sebelum putusan sidang pada Selasa, (24/1/2023) dibacakan, Henry Surya dituntut hukuman penjara selama 20 tahun atas kasus penggelapan dana dan penipuan. Selain itu, ia juga diduga menghimpun dana yang berbentuk simpanan berjangka dengan bunga sekitar 8-11 persen. Hal itu dilakukan tanpa seizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jaksa menuntut agar pria yang merupakan bos KSP Indosurya itu juga membayar dendam sebesar Rp200 miliar. Dan, apabila tidak sanggup, akan ada penambahan masa hukuman penjara selama satu tahun.
Jaksa menyatakan bahwa Henry Surya telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 46 ayat 1 UU no. 10 tahun 1998 mengenai perubahan atas UU no. 7 tahun 1992 yang membahas tentang Perbankan, Dan pasal 55 ayat 1 KUHP.
Menurut pandangan jaksa, hal yang memberatkan dalam kasus ini adalah kerugian besar secara ekonomi yang menimpa para korban.
Namun, setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan, akhirnya sidang memutuskan bahwa Henry Surya bebas dari segala tuntutan hukum serta dakwaan terhadapnya. Hakim kemudian memerintahkan pria tersebut untuk dikeluarkan dari rumah tahanan.
"Membebaskan terdakwa Henry Surya oleh karena itu dari segala tuntutan hukum yang sebelumnya didakwakan dalam dakwaan alternatif kesatu pertama dan kedua pertama," ujar hakim pada sidang hari Selasa, (24/1/2023)
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Sosok Henry Surya, Divonis Bebas Usai Ambil Dana Nasabah Indosurya Rp 106 T
-
Perjalanan Kasus Penipuan Terbesar Indosurya, Senyum Tersangka Bebas dari Hukuman Pidana
-
Cerita Patricia Gouw Jadi Korban Investasi Bodong Indosurya, Bandingkan Vonis Terdakwa dengan Indra Kenz
-
Sesal Jaksa Usai Bos Indosurya Divonis Lepas: Akan Saya Laporkan Ke Presiden Hakim Ini!
-
Para Korban Rugi Rp130 Miliar, Terdakwa Investasi Bodong Media Periklanan Akui Perbuatannya di Muka Hakim
News
-
Lewat Sanggar Belajar, UPNVJ Dampingi Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia
-
Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya
-
Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
Terkini
-
Tragedi Cinta di Tengah Revolusi Prancis dalam Novel Kisah Dua Kota
-
The Ramparts of Ice Rilis Fanbook Resmi Januari 2027, Muat Episode Epilog
-
Sinopsis Fire Investigator, Dracin Thriller Xu Kai dan Liu Yi Tie di Youku
-
Ulasan Novel Para Priyayi, Menjadi Terhormat Bukan Sekadar soal Jabatan
-
Research Design dan Pentingnya Pemahaman Metodologi bagi Mahasiswa