Tampilan wajah Google hari ini terlihat berbeda karena menampilkan Doodle sosok pria tua berkacamata yang sedang memegang payung dan mengenggam sebuah buku berwarna cokelat di tengah rintik hujan. Sosok tersebut ternyata adalah Sapardi Djoko Damono, seorang penyair, pujangga terkenal di Indonesia.
Untuk mengetahui lebih jauh sosok beliau, berikut adalah profil dan perjalanan karier Sapardi Djoko Damono yang dilansir dari dpad.jogjaprov.go.id dan laman Google Doodle hari ini.
Sapardi Djoko Damono merupakan seorang penyair yang lahir di Solo pada 20 Maret 1940. Ia merupakan anak dari pasangan Sadyoko dan Sapariah. Sejak kecil Damono sudah menyukai dunia membaca dan menulis yang kerap ia habiskan di perpustakaan.
BACA JUGA: Mengenal Sapardi Djoko Damono, Sastrawan Terkemuka yang Jadi Google Doodle Hari Ini
Saat di bangku SMA, Damono mulai menyalurkan hobinya menulis puisi dan ketika kuliah ia memutuskan untuk mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Gajah Mada dan melanjutkan pendidikan pascasarjana jurusan Sastra Indonesia.
Damono memulai menulis kumpulan puisi pertamanya Dukamu Abadi di tahun 1969. Saat itu Damono berani tampil berbeda dengan sebagian besar penyair lainnya dengan membuat karya mengenai kondisi manusia. Atas kesuksesannya, maka Damono diangkat menjadi guru besar sastra di Universitas Indonesia.
Pada tahun 1986, Damono mendapatkan Penghargaan Penulisan Puisi Asia Tenggara yang disponsori ASEAN. Selain itu Damono juga menjadi ketua di Perhimpunan Cendekiawan Sastra Indonesia sebagai langkah mempromosikan bentuk seni ke seluruh dunia.
Damono juga menerjemahkan karya sastra yang berasal dari seluruh dunia ke Bahasa Indonesia, The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway adalah salah satu terjemahannya yang terkenal.
BACA JUGA: Jadi Google Doodle Hari Ini, Ketahui 5 Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono
Kumpulan puisi lain yang terkenal adalah Hujan Bulan Juni yang terbit di tahun 1994. Karya tersebut telah menginspirasi musisi lainnya untuk membuat tema serupa.
Berkat kepiawaiannya tersebut, Damono berhasil memperoleh beberapa penghargaan dalam hidupnya, di antaranya penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003 dan Penghargaan Akademi Jakarta di tahun 2012.
Salah satu hal yang membuat Damono semakin terkenal ialah atas jasanya yang memprakarsai Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia (HISKI).
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, maka pada hari ini Google mempersembahkan Doodle Sapardi Djoko Damono untuk memperingati hari lahirnya pujangga tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
TVC XL Berani Tantang Market Leader, Sinyal Makin Kuat Jadi Alasan untuk Ganti Provider
-
Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris
-
Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu
-
Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?
-
Obsession Resmi Jadi Salah Satu Film Horor Tersukses Sepanjang Masa, Raih Pendapatan Rp8,8 Triliun
Artikel Terkait
-
Jadi Google Doodle Hari Ini, Ketahui 5 Karya Terbaik Sapardi Djoko Damono
-
Mengenal Sapardi Djoko Damono, Sastrawan Terkemuka yang Jadi Google Doodle Hari Ini
-
5 Fakta Sapardi Djoko Damono: Pujangga Kebanggaan Bangsa yang Jadi Google Doodle Hari Ini
-
Gambar Sapardi Djoko Damono Nempel di Google Doodle, Siapa Dia?
-
Google Doodle Rayakan Hari Ulang Tahun Sapardi Djoko Damono, Berikut Profil Lengkapnya
News
-
Perang Belum Usai, 1,6 Juta Anak Ukraina Disebut Masih Terpisah dari Keluarga
-
Kasus Rekening Botok, Bisakah Bank Memblokir Rekening Nasabah?
-
Mengenal Insinerator Sederhana Buatan Mahasiswa UMY: Murah dan Efektif Seharga Rp1 Jutaan
-
Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri
-
TVC XL Berani Tantang Market Leader, Sinyal Makin Kuat Jadi Alasan untuk Ganti Provider
Terkini
-
Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak
-
Bukan Sekadar Cameo, Transformasi Agnez Mo di Reacher Season 4
-
Salah Jurusan Bukan Dosa: Menggugat Stigma pada Pilihan di Usia Muda
-
Kembali Ungkit STY, Mantan Mertua Pratama Arhan Kritik John Herdman!
-
Lebih dari Sekadar Remake: Ayah, Aku Mau Cerita Buktikan Sinema Bisa Memanipulasi Realita