Pitha Haningtyas Mentari, pacar Syabda Perkasa Belawa bercucuran air mata usai menangkan pertandingan pertama Swiss Open 2023. Seperti diketahui Syabda Perkasa baru saja meninggal dunia pada Minggu (20/3/2023).
Momen pilu tersebut terjadi pada Kamis (23/3) dini hari tepat tiga hari setelah Syabda Perkasa meninggal dunia. Pitha Haningtyas Mentari bersama Rinov Rivaldy saat itu melawan ganda campuran Indonesia Dejan-Gloria untuk melaju ke babak 16 besar.
BACA JUGA: Pabrik Kosmetik Ilegal Jakarta Digrebek BPOM, Ini Dia Ciri-ciri Kosmetik Ilegal Cermati Sebelum Beli
Duka cita kehilangan Syabda Perkasa masih terasa di hati Pitha Haningtyas Mentari sehingga dirinya tak kuasa menahan air mata. Saat mendapatkan poin usai return serve dari Dejan keluar, pebulutangkis yang akrab disapa Tari ini menangis sambil berjongkok.
Meskipun menjadi lawan, Gloria Emmanuella Widjaja terlihat bersimpati dengan Tari. Gloria langsung memeluk kekasih mendiang Syabda Perkasa tersebut.
Begitu pula dengan Rinov Rivaldy partner Tari yang ikut menguatkan. Pemandangan mengharukan ini masih berlanjut di luar lapangan.
Tari tampak lemas lalu berjongkok dan menangis. Rinov Rivaldy terus menguatkan dan menenangkan Tari.
Bahkan dua wasit pertandingan bulutangkis Swiss Open 2023 ini sampai menghampiri Tari. Kesedihan Tari kehilangan sang kekasih Syabda Perkasa viral di media sosial.
BACA JUGA: 6 Negara Ini Mulai Puasa Ramadhan pada Kamis 23 Maret 2023
Melansir dari akun Instagram insta_julid yang mengunggah ulang momen pilu itu, warganet turut merasakan kesedihan di hati Pitha Haningtyas Mentari.
Warganet pun merasa bangga dengan Tari meski sedang berduka tetapi bisa mengharumkan nama Indonesia.
"Kamu hebat !!! Be strong ya Tari. Terima kasih dalam kesedihan kamu bisa membuat Indonesia dan almarhum bangga," ucap seorang warganet.
"Pergulatan emosi dalam dirinya pasti berat, gak tega bayanginnya," sahut yang lain.
"Tari yang kuat wanita tangguh dan hebat, di saat luka menyayat dan pedih kamu bisa mengharumkan nama bangsamu," tutur lainnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Keunikan Novel Koloni: Membedah Sisi Manusia Lewat Karakter Serangga
-
5 HP Rp 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gahar, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Hipdut, Wajah Baru Dangdut yang Kembali Populer di Kalangan Gen Z
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Romansa dengan Sentuhan Sejarah: Ulasan Novel Geronimo Karya Indah Hanaco
Artikel Terkait
News
-
Implikasi Psikologis People Pleasing dalam Buku Berani Tidak Disukai
-
Tradisi Megengan Kediri: Kenduri Jawa Menyambut Bulan Ramadan
-
Sisi Gelap Algoritma: Monetisasi Atensi dan Eksploitasi Emosi Publik
-
Ramadan Anti Boncos! 3 Trik Kelola Uang via Aplikasi di Awal Puasa
-
Mudik sebagai Ritual Emosional Anak Rantau
Terkini
-
Keunikan Novel Koloni: Membedah Sisi Manusia Lewat Karakter Serangga
-
5 HP Rp 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gahar, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Hipdut, Wajah Baru Dangdut yang Kembali Populer di Kalangan Gen Z
-
Bahaya di Balik Keharuman: Mengapa Vape Tetap Menjadi Racun bagi Tubuh?
-
Romansa dengan Sentuhan Sejarah: Ulasan Novel Geronimo Karya Indah Hanaco