Hilangnya kapal selam Titanic yang mengangkut lima orang penumpang masih menyisakan sebuah misteri. Hingga saat ini, kapal selam komersial yang melayani wisata penjelajahan bangkai kapal Titanic di lautan Atlantik tersebut masih berusaha untuk dicari keberadaannya.
Hal ini menjadi sebuah pemberitaan internasional yang cukup menguras perhatian, pasalnya di kapal selam sepanjang 6,5 meter tersebut, terdapat tiga taipan kelas dunia dari Inggris dan Pakistan. Selain itu, ada beberapa misteri lagi yang menyelimuti hilangnya kapal selam wisata bernama "Titan" tersebut.
BACA JUGA: Menarik Banget! Kafe Ini Buka Loker Nongkrong Dibayar Ratusan Ribu Rupiah
1. Ditumpangi Keluarga Kaya.
Disadur dari berbagai sumber, kapal selam wisata milik OceanGate Expeditions tersebut mengangkut sebanyak lima orang penumpang. Tiga diantara penumpang tersebut, diidentifikasi sebagai Hamish Harding asal Inggris dan Shahzada Dawood serta puteranya yang merupakan pengusaha sukses asal Pakistan.
Disadur dari laman independents.co.uk, kapal selam ini mulai turun ke dasar lautan dan menyusuri bangkai kapal Titanic pada hari Minggu, 18 Juni 2023 lalu.
BACA JUGA: Jokowi Umumkan Cabut Status Pandemi Covid-19, Indonesia Masuk Masa Endemi
2. Hilang di Kedalaman Ribuan Meter Bawah Permukaan Laut.
Misteri kedua dari hilangnya kapal selam Titan ini adalah, peristiwa tersebut terjadi di kedalaman ribuan meter dari permukaan laut.
Sekadar informasi, bangkai kapal legendaris Titanic sendiri berada di kedalaman lebih dari 3 ribu meter di bawah permukaan laut, dan karena kapal selam ini tengah melakukan wisata di area tenggelamnya Titanic, maka besar kemungkinan kapal selam ini juga hilang di kedalaman yang relatif sama dengan kapal tersebut.
BACA JUGA: Catat! Naik Transportasi Publik di Jakarta Esok Hari Cuma Rp1
3. Terdengar Dentuman Secara Berkala.
Dalam beberapa pemberitaan, salah satu misteri yang menyelimuti hilangnya kapal selam Titan ini adalah terdeteksinya suara dentuman yang berasal dari bawah lautan Atlantik Utara.
Majalah Rolling Stones melaporkan, sebuah pesawat P-8 yang berasal dari Kanada dan terlibat pencarian hilangnya kapal selam tersebut, menyatakan bahwa mereka mendengar dentuman secara berkala dan terjadi setiap tiga puluh menit.
Tak hanya dalam durasi pendek, masih menurut Rolling Stones, ketika sonar tambahan dikerahkan ke area terjadinya dentuman tersebut empat jam kemudian, hal yang sama masih saja terjadi. Dengan kata lain, dentuman yang didengar oleh P-8 empat jam sebelumnya masih terdengar.
Kita semua berharap semoga saja misteri hilangnya kapal selam Titan ini segera terungkap. Dan satu hal lagi, semoga saja korban yang ada di dalam kapal selam, dapat ditemukan dengan kondisi selamat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Gegara John Herdman, Kans Marselino Ferdinan Balik ke Timnas Indonesia Kembali Menipis?
-
Salah Kaprah Sistem Pertandingan FIFA Series 2026, Bagaimana Format Sebenarnya?
Artikel Terkait
-
Curhat Megawati ke TNI AL: Biasa Di-bully, Ogah 'Dipanggang' di Kapal Selam Lagi
-
Daya Tarik Pantai Karang Payung, Tempat Wisata Alam Gratis di Wonogiri
-
Maksud Hati Lihat Bangkai 'Titanic', Kapal Selam Wisata Hilang di Samudra Atlantik
-
Fakta OceanGate: Kapal Selam Wisata Hilang saat Jelajahi Bangkai Titanic, Siapa Pemiliknya?
-
Kapal Selam Berkunjung ke Bangkai Titanic Hilang Kontak di Dasar Samudra Atlantik
News
-
Menakar Keadilan bagi Rakyat Kecil: Mengapa Permintaan Maaf Aparat Saja Tidak Cukup?
-
Jarang Diajarkan di Sekolah, Inilah 7 Soft Skill yang Bikin Kamu Cepat Dapat Kerja
-
Krisis Perlindungan Korban: Ketika Biaya Visum Tak Lagi Ditanggung Negara
-
Waspada Predator Berkedok Kreator: Bedah Kasus Konten "Sewa Pacar Satu Jam" yang Incar Anak SMA
-
Update Skandal Narkoba Korea 2026: Jurnalis Ungkap Hwang Hana Sebut Nama Figur Publik