Dilansir oleh New Indian Express, tiga pria India dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah karena telah membocorkan data militer dan menjadi mata-mata bagi Badan Intelijen Pakistan-Inter Service Intelligence (ISI).
Menurut sumber yang dilansir oleh New Indian Express, pengadilan Ahmedabad di negara bagian Gujarat, Sirajuddin Ali Fakir (24), Mohammad Ayub (23), dan Naushad Ali (23) didakwa dengan tuduhan konspirasi kriminal dan memicu perang melawan negara dibawah IPC India (KUHP), Undang-Undang Rahasia Resmi, dan Undang-Undang Teknologi Informasi dalam kasus tahun 2012.
Sementara itu, Hakim Ambalal Patel menolak banding jaksa yang mengajukan vonis hukuman mati untuk tiga orang pria tersebut, dengan alasan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh ketiganya tidak termasuk dalam kategori 'paling langka'.
Kasus ketiga orang tersebut berawal pada tahun 2012, disadur dari NDTV, Fakir dan Ayub ditangkap pada 14 Oktober 2012, karena diduga menyampaikan informasi rahasia mengenai pangkalan militer angkatan darat India ke ISI. Sementara itu, terdakwa lainnya Naushad Ali ditangkap pada 2 November 2012 atas tuduhan yang sama.
Dalam dakwaan tersebut, ketiganya menyimpan informasi rahasia negara yang mereka susun dan laporkan kepada pakistan melalui draft email agar mudah diakses. Barang bukti lain turut diamankan termasuk ponsel yang mereka gunakan.
BACA JUGA: Tur Konser 'The Best of GIGI-Road To 30th Anniversary' di 5 Kota, Yogyakarta Selanjutnya!
Selain tiga orang tersebut, pada tahun yang sama sebetulnya telah ditangkap pula satu orang agen ISI yang berbasis di Jamnagar, namun ia dibebaskan pada Februari 2013 karena kekurangan bukti.
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah India, Fakir melakukan perjalanan ke Pakistan pada tahun 2007 dan bertemu dengan Taimur, seorang Agen Inteilijen Pakistan. Disana, Fakir mendapat pelatihan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan jajaran perwira, kendaraan militer, dan cara mereka berkomunikasi dengan aman.
Fakir melakukan kegiatan tersebut karena mendapatkan bayaran atas kegiatan yang dilakukan tersebut. Dalam penyelidikan juga disebutkan bahwa besaran uang yang didapatkan mencapai 194 ribu rupee (sekitar 35 Juta) yang dikirimkan melalui berbagai perusahaan pengiriman uang atasnama orang dengan kebangsaan UAE dan Arab Saudi.
Selanjutnya Fakir melakukan aksinya dengan cara bekerja sebagai pedagang yang memasok telur ke berbagai kamp militer untuk mengumpulkan informasi. Melalui cara tersebut, Fakir dapat mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan oleh intelijen Pakistan.
Dalam sidang, Ahmedabad (pihak pengadilan) mengatakan bahwa meskipun mereka warga negara India, ketiganya hanya memikirkan keuntungan Pakistan. Tindakan mereka dianggap merusak integritas dan kedaulatan India secara nyata.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kunjungan Presiden RI ke Malaysia, Dapat Penghormatan Tinggi dari Kerajaan
-
Membangun Ketahanan Indonesia dari Ancaman Laut China Selatan
-
Malaysia Sepi Kembang Api saat Perayaan Tahun Baru, Demi Hormati Palestina
-
Indonesia Pastikan Tidak Ada WNI Korban Konflik Palestina-Israel
-
Situasi Terkini Konflik Hamas-Israel pasca Serangan Roket
Artikel Terkait
-
Viral! Istri Polisi Joget di Zebra Cross, Suami Kena Skors
-
Sinopsis 'L2: Empuraan', Film Aksi India yang Dibintangi Mohanlal
-
Sinopsis Film 'YADANG: The Snitch', Soroti Perdagangan Narkoba di Korea
-
Pilih jadi Bos Bulog? Nasib Mayjen Novi Helmy Prasetya di TNI Berakhir Bulan Ini
-
Sinopsis Kanneda, Series India Dibintangi Parmish Verma dan Jasmin Bajwa
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'