Tengah beredar sebuah video yang memperlihatkan kereta api dipaksa berhenti lantaran sejumlah pengendara motor yang nekat terobos jalan perlintasan kereta api yang telah ditutup.
Diketahui terjadi di perlintasan sebidang di JPL 46 Stasiun Pondok Jati, daerah Kayu Manis, Jakarta Timur, seperti yang diunggah melalui akun TikTok @tvsangongeonge hingga akhirnya menjadi viral.
“Jika saja pak Ahmad tidak kibarkan bendera dan pak Masinis tidak menghentikan kereta, apalah jadinya,” tulis sebagai narasi pada unggahan tersebut.
Tampak dalam video itu terjadi kerumunan pengendara motor yang terjebak di tengah perlintasan dan berusaha mengangkat palang kereta agar dapat melintas. Padahal sirine tanda kereta api akan lewat sudah jelas terdengar, bahkan kereta api pun mulai terlihat.
BACA JUGA: Sholawat Ibrahimiyah, Doa Mustajab Agar Bisa Melihat Rasul
Lantaran kereta api kian mendekat, petugas pun berpikir untuk mencari solusi dengan mengibarkan bendera merah putih untuk menghentikan laju kereta api tersebut. Terdengar juga suara dalam video itu meminta kepada pengendara motor untuk segera mundur.
“Untung bisa berhenti keretanya, keren, keren, keren,” kata orang dalam video itu.
Terkait dengan hal tersebut, Pelaksana Harian Manger Humas KAI Daop 1 Jakarta Feni Saragih, mengatakan kalau ia menyayangkan adanya kejadian seperti itu karena dapat membahayakan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri.
BACA JUGA: Untung Ada Achmad Soebarjo dalam Peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945
Sontak video tersebut menuai komentar dari warganet, banyak netizen yang menyayangkan sikap pengendara motor yang tidak bisa sabar menunggu kereta api lewat.
“Apa salahnya sih menunggu kereta api lewat,” tulis akun @ani***.
“Maunya dibuat peraturan baru khusus kereta api pas mau lewat kalau ada yang masih coba terobos ditilang dan dikenakan denda mungkin baru mau patuhi,” komentar warganet lainnya.
Sampai detik ini, Senin tanggal 14 Agustus 2023, pukul 10.29 WITA, video tersebut telah mendapatkan 13.1M tayangan, 473.9K like, 20.9K komentar, 19.2K ditambahkan ke favorit, dan 15.5K kali dibagikan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hari Raya Idul Fitri, Memaknai Lebaran dalam Kebersamaan dan Keberagaman
-
Lebaran dan Media Sosial, Medium Silaturahmi di Era Digital
-
Ketupat Lebaran: Ikon Kuliner yang Tak Lekang oleh Waktu
-
Dari Ruang Kelas ke Panggung Politik: Peran Taman Siswa dalam Membentuk Identitas Bangsa
-
Menelisik Sosok Ki Hajar Dewantara, Pendidikan sebagai Senjata Perlawanan
Artikel Terkait
-
Lagi Tren Joget THR: Apakah Terinspirasi dari Tarian Yahudi?
-
Viral Denny Landzaat Fasih Bahasa Indonesia di Maluku, Shin Tae-yong Kena Sindir
-
Benelli Leoncino 250 Edisi 2025 Siap Rilis, Lebih Murah dari Xmax
-
Arus Balik Lebaran 2025 Membludak, KAI Daop 1 Jakarta Catat Rekor Kedatangan Penumpang
-
Viral, Apakah Ada Doa Mengusir Tamu Agar Cepat Pulang?
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?