Kompetisi Liga 2 2023/2024 resmi diluncurkan pada Selasa (5/8/2023). Sebagai laga pembuka pada kompetisi Liga 2 ini, Persela Lamongan akan bertanding melawan Persijap Jepara yang akan berlangsung pada Minggu, 10 September 2023.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI (Endri Erawan) dan Sekretaris Jenderal PSSI (Yunus Nusi), menemani Wakil Ketua Umum PSSI (Zainudin Amali) saat meresmikan peluncuran kompetisi kasta kedua Tanah Air ini.
Pegadaian diumumkan sebagai sponsor utama Liga 2 2023/24 di kantor pusat, PT Pegadaian di Jakarta Pusat. Kabar Pegadaian dinyatakan sebagai sponsor utama Liga 2 tersebut menimbulkan pertanyaan, karena jika demikian berarti perusahaan BUMN telah mensponsori dua kompetisi teratas di Indonesia.
BACA JUGA: Pria Tendang Wanita yang Sedang Makan di Jaktim, Kasus Berakhir Damai
Pada Liga 1 2023/24 sebelumnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi sponsor utama. Sekarang, Pegadaian mengikuti jejak BRI sebagai perusahaan BUMN yang mensponsori kompetisi sepak bola Indonesia.
“Tanpa Pegadaian, Liga 2 tidak bisa jalan. Tidak ada perusahaan yang didirikan, yang diniatkan untuk rugi. Pasti ada hitung-hitungannya," ucap Zainudin Amali, Wakil Ketua PSSI dalam sambutan ketika peluncuran Liga 2 2023/24.
"Tidak ada keterpaksaan untuk mensponsori Liga 2. Ini sama-sama saling membutuhkan. Ini ekosistem yang sangat baik, baik di dunia usaha maupun olahraga," lanjut Amali.
Foto logo PT Pegadaian yang resmi menjadi sponsor utama Liga 2 2023/24 ini diunggah di akun media sosial Instagram @suksesbola pada Rabu (6/9/2023).
"Perusahaan BUMN, PT Pegadaian resmi menjadi sponsor utama kompetisi Liga 2 musim 2023/24. Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan pihaknya memiliki beberapa alasan mengajukan diri sebagai sponsor utama kompetisi sepak bola tingkat kedua tersebut," demikian keterangan yang tertulis pada postingan tersebut.
BACA JUGA: Akun YouTube DPR RI Kena Retas, Bukan Live Rapat Malah Tayangkan Live Judi Online Slot
Tidak salah jika Perusahaan BUMN hadir menjadi sponsor utama kompetisi sepak bola Tanah Air. Tetapi, munculnya Pegadaian menjadi sponsor Liga 2 musim ini memantik berbagai ragam komentar kocak alias lucu dari netizen.
“Nanti kalau nunggak gaji pemain, bisa kali ya owner club sama stadionnya digadai?” komentar @reydana***.
“Jika ada salah satu klub kekurangan dana, mungkin bisa gadai salah satu pemain atau stafnya,” timpal @haekal***.
“Liga 3: Liga Koperasi Simpan Pinjam. Wkwkwk,” sahut pemilik akun @tito***.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tawa dan Tangis dalam Film Foufo: Dari Kampung Rongsok ke Luar Angkasa
-
iPhone 17e Resmi Hadir, Berikut Spesifikasi dan Alasan Mengapa Layak Dibeli
-
LG UltraGear 45GX950A-B, Monitor OLED 45 Inci Cocok untuk Gamer Profesional
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang
Artikel Terkait
-
3 Bintang FC Bekasi City yang Siap Panaskan Liga 2 2023-2024, Ada Eks Persija Jakarta
-
Ngeri! Gebrakan Klub Liga 2 PSKC Cimahi, Rekrut Striker Afganistan Jebolan Liga Eropa
-
Deretan Mantan Pemain Timnas Indonesia yang Bela Persipura Jayapura di Liga 2 2023/2024
-
Hitung Mundur Liga 2, Berikut Pembagian Grup, Banyak Hadirkan Derby Panas
-
Profil Kim Jin-sung, Pemain FC Seoul yang Resmi Gabung PSMS di Liga 2
News
-
AIESEC in UNJ Sukses Selenggarakan AFL Summer Peak, Cetak Pemimpin Muda Berdampak Sosial
-
Family Treasure Hunt 2026: Berburu Harta Karun Bersama Keluarga
-
Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas
-
Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT
-
Menemukan Makna di Balik Jendela Kereta: Mengapa Aku Jatuh Cinta pada Transportasi Umum
Terkini
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?